Breaking News
Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Nasional

Teroris Asal Malaysia, Otak Dibalik Bom di Indonesia, Ditangkap Densus 88, Ternyata Murid Dr Azahari

Pria asal Malaysia bernama Taufik Bulaga, alias Upik Lawanga berhasil diamankan di Kampung Sribawono, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah.

Editor:
Foto Istimewa
Ilustrasi - Penangkapan teroris oleh Tim Densus 88. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Murid kesayangan Dr Azahari yang dijuluki 'profesor' berhasil ditangkap Densus 88.

Pria asal Malaysia bernama Taufik Bulaga, alias Upik Lawanga berhasil diamankan di Kampung Sribawono, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono memastikan adanya penangkapan itu. "Saya bisa memastikan iya terjadi," katanya, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (26/11).

Menurut dia, Taufik Bulaga ditangkap berkat serangkaian operasi Densus 88 Antiteror pada 23-25 November kemarin.

"Jadi pada 23-25 memang Densus 88 Antiteror telah melakukan penindakan terhadap tersangka TB alias Upik Lawanga," jelasnya.

Aksi Densus 88 menangkap teroris.
Aksi Densus 88 menangkap teroris. (ANTARA FOTO)

Selain Taufik, Densus 88 Antiteror juga menangkap orang dalam daftar pencarian orang (DPO) Jamaah Islamiyah (JI) lain.

Namun, Awi tidak menjelaskan lebih jauh, karena mengaku belum menerima laporan dari Densus 88 Antiteror.

"Dan beberapa DPO kelompok JI. Namun demikian saya belum bisa sampaikan kepada rekan-rekan," tuturnya.

Taufik Bulaga alias Upik Lawanga diketahui merupakan seorang pimpinan jaringan teroris sekaligus ahli perakit bom. Ia dijuluki profesor bom di kelompoknya.

Taufik Bulaga merupakan teroris yang masuk ke dalam DPO sejak beberapa tahun lalu. Ia masuk dalam jajaran buron kasus terorisme nomor 1, alias paling diburu.

Ilustrasi - Penangkapan teroris oleh Tim Densus 88.
Ilustrasi - Penangkapan teroris oleh Tim Densus 88. (Foto Istimewa)

Taufik juga disebut sebagai murid kesayangan Dr Azahari, teroris asal Malaysia, otak di balik Bom Bali 2002, Bom JW Marriott pada 2003, dan Bom Bali 2005.

Taufik disebut-sebut sebagai orang yang ikut merakit bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton beberapa tahun silam. Dr Azahari sendiri telah ditembak mati di Batu, Malang, Jatim pada 2005 silam.

ILUSTRASI: Sergapan Densus 88 di Cianjur
ILUSTRASI: Sergapan Densus 88 di Cianjur (kompas.com)

Taufik juga diduga kuat berada di balik bom bunuh diri yang dilakukan Ahmad Yosepa Hayat di Gereja GBIS Kepunton, Solo, Jateng, pada 25 September 2011 lalu.

Ia juga merupakan tersangka kasus pengeboman Pasar Tentena pada 2005, pembunuhan tiga siswi, dan pembunuhan pendeta saat kerusuhan agama di Loki, Ambon. (tribun network/den/dod)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved