Breaking News:

Penanganan Stunting

Pemkab Talaud Lakukan Studi Komparatif Penanganan Stunting di Kabupaten Bolmut

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Talaud melakukan kunjungan kerja dalam rangka kegiatan studi komparatif penanganan stunting

Istimewa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Talaud melakukan kunjungan kerja dalam rangka kegiatan studi komparatif penanganan stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOROKO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Talaud melakukan kunjungan kerja dalam rangka kegiatan studi komparatif penanganan stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).

Dalam kegiatan ini, rombongan Pemda Talaud dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial Talaud Dr Imen Joly Manapode dan didampingi oleh beberapa Pejabat Dinas dan Badan terkait menyambangi dua Desa di Kecamatan Bolangitang Timur yaitu, Desa Mokoditek dan Saleo I.

Desa Saleo I menjadi desa terakhir yang dikunjungi oleh rombongan, saat agenda kunjungan ke Saleo I, Rombongan disambut oleh Camat Bolangitang Timur, Sangadi (Kepala Desa) Saleo I, Kepala Puskesmas dan bersama beberapa tokoh masyarakat setempat.

Kadis Sosial Kabupaten Talaud dalam penyampaiannya mengatakan bahwa maksud kedatangan ini merupakan studi komparatif terhadap pencegahan Stunting.

Baca juga: JAM Rambah Tuminting, Komitmen Galang Milenial Menangkan Olly-Steven dan AARS

Baca juga: Dimsum Halal Kini Hadir di Manado, Pemesanan Bisa Langsung WhatsApp dan Instagram

Baca juga: Debat Ketiga Pilkada Bolsel Masih Digelar di Manado 

"Selain soal stunting kami juga mengambil contoh penanganan penanggulangan kemiskinan karena Bolmut dinilai sebagai daerah yang berhasil dalam penanganan Stunting dan Kemiskinan," jelas Manapode, Kamis (26/11/2020).

Sementara itu, Camat Bolangitang Timur, Suharto Londa, SP, M.Si menyambut serta memberikan informasi tentang kondisi masyarakat di wilayahnya.

“Salah satu aspek penanganan stunting adalah tercukupinya kebutuhan pangan, maka kami sudah galakkan tentang penanaman hortikultura bagi masyarakat, dengan memanfaatkan lahan dan pekarangan,” ujar Suharto.

Baca juga: Kecelakaan Maut, Dua Orang Tewas yang Belum Diketahui Identitasnya, Diduga Jadi Korban Tabrak Lari

Selain itu, sejumlah upaya pemerintah dan masyarakat di Desa dalam penanganan Stunting yakni melakukan sinergi bersama seluruh stakeholder untuk menekan angka stunting.

“Penanganan stunting di wilayah kami ini terintegrasi dengan Pemprov, Pemkab, sampai ke Kepala Puskesmas, dan kita punya program Gemar Cahting (Gerakan Masyarakat Gemar Cahting), dan kita menerima bantuan stimulan dari Pemprov maupun Pemkab,” ungkapnya.

Senada, Sangadi Desa Saleo I Syam Djaafar menambahkan, bahwa dalam penanganan stunting pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Baca juga: Bukan Venti Figianti, Kiwil Dikabarkan Menikah dengan Pengusaha dari Kalimantan, Fotonya Beredar!

Terutama upaya penurunan angka stunting, cara dan perilaku hidup, melalui proses penyadaran terhadap masyarakat dalam berbagai pendekatan.

“Upaya ini tentunya melibatkan banyak pihak, didukung oleh seluruh stakeholder di desa, mulai dari aparat desa sampai kader Posyandu,” terang Sangadi.

Ditambahkannya, bahwa salah satu aspek adalah Konseling gizi, sehingga dari penanganan sejumlah 25 kasus stunting saat ini tinggal 1 kasus. (Mjr)

Baca juga: Ini Target Daniel Matthew Rumumpe Pasca Menjabat Wakil Ketua DPRD Minut

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Penulis: Majer Lumantow
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved