Breaking News:

Tambang Ilegal

Kronologi Kecelakaan di Tambang Emas Ilegal Ratatotok, 2 Korban Tewas, Ini Identitas Keduanya

Kecelakaan kerja di lokasi penambangan ilegal yang berada di Kebun Raya Megawati Soekarnoputri, Minhasa Tenggara, memakan dua korban.

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: David_Kusuma
Istimewa/Kodim Minahasa
Kecelakaan di Tambang Emas Ilegal Ratatotok 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Kecelakaan kerja di lokasi penambangan ilegal yang berada di Kebun Raya Megawati Soekarnoputri yang tepatnya berada di sekitar Kolam Katingan Tower Kecamatan Ratatotok Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, memakan dia korban.

Sekira pukul 03.50 Wita, Kamis (26/11/2020) Babinsa Koramil 1302-12/Belang Serda Sainal beserta sejumlah warga mengevakuasi korban yang tertimbun material longsoran.

Kecelakaan terjadi pada saat para penambang sedang melaksanakan aktivitas penambangan di lokasi tersebut pada pukul 03.50 Wita.

Tiba-tiba terjadi longsoran di dalam katingan dan material longsor menimpa dua orang korban yang melakukan pengambilan material emas bernama Soni Tangel (40) warga Desa Liandok, Kecamatan Tompaso Baru dan Sandi Rantung (36) warga Desa Pakuure Kecamatan Tenga.

Korban Kecelakaan di Tambang Emas Ilegal Ratatotok
Korban Kecelakaan di Tambang Emas Ilegal Ratatotok (Istimewa/Kodim Minahasa)

Baca juga: Lanud Sam Ratulangi Rayakan HUT PIA AG Secara Sederhana, Hari Bersejarah Momen Refleksi Diri

Baca juga: Ini Target Daniel Matthew Rumumpe Pasca Menjabat Wakil Ketua DPRD Minut

Baca juga: Hari Ini, Pjs Gubernur Sulut Agus Fatoni Kunjungi Bolsel 

Keterangan sementara menurut saksi mata atas nama Yokee (36) warga Desa Liandok, Kecamatan Tompaso baru, sebelumnya, saksi bersama empat orang termasuk korban menuju lokasi dengan melewati belakang Pos Pengamanan.

"Hal itu dilakukan untuk menghindari pemeriksaan petugas, yang sekitar pukul 10.00 Wita, kami tiba dilokasi Kebun Raya Megawati Soekarnoputri," ungkapnya.

Karena situasi tidak memungkinkan untuk masuk mengambil hasil tambang mereka, mereka menunda sampai hari Rabu karena situasi lokasi terus diguyur hujan deras.

Baca juga: Milenial Tomini Apresiasi Edukasi dari Haji Iskandar Kamaru 

Pada hari Rabu  pukul 22.00 Wita, dua orang masuk ke dalam lubang sedalam kira-kira 5 meter untuk mengambil material emas dan teman yang lainnya menunggu di luar lubang.

"Tiba-tiba terjadi longsoran di dalam lubang tambang dan material longsor menimpa dua orang korban yang sedang melakukan pengambilan material emas," kata Yokee.

Rekan-rekannya berusaha untuk menolong dengan cara menggali dan menyingkirkan material longsoran dari dalam lubang, dan pada pukul 05.10 Wita kedua korban berhasil dikeluarkan dari lubang dalam keadaan tak bernyawa.

Jasad dari kedua korban tersebut segera dievakuasi menuju RSUP Ratatotok Buyat untuk dilakukan auotopsi.

Baca juga: Pilkada di Tengah Pandemi, Keselamatan Rakyat Prioritas Utama

Komandan Kodim 1302/Minahasa Letkol Inf Herbeth Andi Amino Sinaga melalui Plh Danramil 12/Belang Pelda Johny Runtuwene kembali mengimbau kepada masyarakat soal bahaya pada area pertambangan.

"Sudah sering terjadi kecelakaan di lokasi tambang ilegal ini, pemerintah Kabupaten telah mengeluarkan peraturan atau larangan untuk melakukan penambangan di lokasi ini.

Untuk itu saya menghimbau kepada Masyarakat agar menghentikan aktivitas penambangan dilokasi yang dilarang, agar tidak kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," tegasnya.

Baca juga: Pasukan Burung Hantu Tangkap Teroris di Klaten, Tetangga Kaget S Rajin Ceramah, Ungkap Kesehariannya

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved