OTT KPK

Istana Bungkam, Pilih KPK Tetapkan Status Menteri Edhy Prabowo Lalu Bersikap, Status Terperiksa

Tampak istana sangat berhati-hati untuk bersikap, bertindak dan menyikapi kasus yang menimpa Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Terbukti,

Editor: Aswin_Lumintang
Istimewa
Potret Cantik Iis Rosita Dewi, Istri Edhy Prabowo yang Juga Ditangkap KPK, 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Tampak istana sangat berhati-hati untuk bersikap, bertindak dan menyikapi kasus yang menimpa Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Terbukti, istana Presiden, belum mau berkomentar atas penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian mengatakan bahwa Istana menunggu perkembangan kasus yang menjerat Edhy di KPK tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat berkunjung di Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato. Edhy menyebut untuk perikanan tangkap, izin kapal di atas 30 GT hanya membutuhkan waktu satu jam
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat berkunjung di Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato. Edhy menyebut untuk perikanan tangkap, izin kapal di atas 30 GT hanya membutuhkan waktu satu jam (KOMPAS.COM/SALMAN PEMPROV GTO)

"Kita di istana belum bisa berkomentar. Arahan pimpinan. Nunggu perkembangan di KPK seperti apa," katanya kepada wartawan, Rabu, (25/11/2020).

Menurut Donny, pemerintah menunggu kejelasan status Edhy dalam kasus tersebut sebelum mengambil keputusan.  

Lagipula sampai saat ini menurutnya,  status politikus Gerindra itu masih terperiksa. 

"Maka itu, kami belum bisa komentar. Tunggu satu hari, setelah jelas status dari KPK seperti apa, baru kita berkomentar. Ini kan masih pemeriksaan toh," pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap usai lawatannya dari Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat.

Firli mengatakan, Eddy, istrinya, serta pegawai KKP lainnya ditangkap begitu tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (25/11/2020) pukul 01.23 WIB.

Baca juga: APBD Sulut 2021 Rp 4,07 Triliun, DPRD Ketuk Palu Pengesahan

Baca juga: Nikita Mirzani Datangi Polres Jaksel Terkait Laporan Terhadap Elza Syarief, Minta Dijemput Paksa

Baca juga: Menteri Edhy Prabowo Sempat Sindir Kebijakan Susi Pudjiastuti Sepekan Sebelum Ditangkap KPK

"Tadi malam Menteri KKP diamankan KPK di Bandara 3 Soetta saat kembali dari Honolulu," kata Firli saat dikonfirmasi, Rabu (25/11/2020) pagi.

Baca juga: Profil Iis Rosita Dewi, Istri Menteri KKP Edhy Prabowo yang Ikut Ditangkap KPK

Firli mengatakan, Eddy Prabowo diduga terlibat korupsi dalam penetapan izin ekspor baby lobster.

"Sekarang beliau di KPK untuk dimintai keterangan. Nanti akan disampaikan penjelasan resmi KPK," katanya.

KPM memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Edhy dan para pihak yang diamankan.

"Mohon kita beri waktu tim kedeputian penindakan bekerja dulu," ujar Firli.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Theresia Felisiani

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved