Breaking News:

Sharing

Sharing - Semakin Kuat atau Melemah?

Ketika dihadapkan pada masalah, setiap orang memiliki respons hati yang berbeda-beda. Ada yang merespons dengan sikap hati

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

Bacaan: Mazmur 84:1-13

"Mereka berjalan makin lama makin kuat," Mazmur 84:8

Alkitab
Alkitab (Netralnews.com)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketika dihadapkan pada masalah, setiap orang memiliki respons hati yang berbeda-beda. Ada yang merespons dengan sikap hati yang benar, ada pula yang menyikapinya dengan negatif. Orang yang respons hatinya benar, sekalipun diterpa badai hidup sebesar apa pun, akan tetap kuat menghadapinya. Sebaliknya ada orang yang menghadapi masalah kecil saja langsung lemah karena respons hatinya salah.

Semakin kuat atau semakin lemah sangat bergantung pada fondasi hidup kita masing-masing. "Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak." (1 Korintus 3:12-13). Ada perbedaan yang menyolok antara kayu, rumput atau jerami dengan emas, perak atau batu permata. Kayu, rumput atau jerami bila dibakar justru pasti akan hangus musnah.

Berbeda dengan emas, perak dan batu permata, yang bila dibakar justru semakin murni. Kehidupan orang percaya haruslah tetap kuat di segala situasi: "...melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka berjalan makin lama makin kuat," (Mazmur 84:7-8). Masalah, ujian dan tantangan yang semakin berat seharusnya semakin mendorong kita untuk hidup melekat kepada Tuhan, sehingga kita mampu memandang setiap permasalahan dengan kacamata iman.

Bagaimana supaya kita tetap kuat dan mampu bertahan? Semua bergantung pada fondasi rumah rohani kita. Fondasi itu adalah persekutuan yang karib dengan Tuhan dan tinggal di dalam firman-Nya: "Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau." (Mazmur 84:5) dan "Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya--Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan--, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun." (Lukas 6:47-48). Dengan mengandalkan kekuatan sendiri, kita takkan mampu bertahan di tengah goncangan dunia.

Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved