Breaking News:

RENUNGAN

RENUNGAN - Perhatikan Orang Lemah

Kita mungkin pernah mendengar sabda/ucapan bahagia Yesus dalam Khotbah di Bukit (Matius 5:1-10). Berikut ini adalah

ilustrasi 

Bacaan: Mazmur 41:2-4
Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! Tuhan akan meluputkan dia pada waktu celaka (Mazmur 41:2).

Renungan
Renungan (WWW.THOUGHTCO.COM)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kita mungkin pernah mendengar sabda/ucapan bahagia Yesus dalam Khotbah di Bukit (Matius 5:1-10). Berikut ini adalah "sabda bahagia" dari Perjanjian Lama yang kurang dikenal : "Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah" (Mazmur 41:2).

Kata dalam bahasa Ibrani yang diterjemahkan menjadi "memperhatikan" sesungguhnya berarti "memikirkan orang lain". Sedangkan yang diterjemahkan menjadi "lemah" sesungguhnya berarti "mereka yang membutuhkan".

Ada banyak orang yang membutuhkan di sekitar kita. Mereka membutuhkan kasih, pengharapan, dan pengetahuan akan Allah. Meski tidak dapat menyelesaikan semua permasalahan mereka, kita dapat menunjukkan kepedulian kita.

Kita mungkin tak punya banyak uang, tetapi kita dapat memberi diri kita. Kita bisa menunjukkan bahwa kita memikirkan orang-orang yang membutuhkan. Kita dapat mendengarkan mereka bercerita. Kita dapat memperlakukan mereka dengan sopan santun dan hormat. Kita dapat berdoa. Kita dapat menulis surat-surat yang membangkitkan semangat. Kita dapat bercerita tentang Yesus. Dan terakhir, kita dapat mengasihi mereka.

Bayangkanlah mereka yang hidup bagi diri mereka sendiri, selalu berusaha memperoleh keuntungan, dan mencari kesenangan pribadi. Bandingkanlah dengan mereka yang mau memberi diri bagi orang lain. Manakah di antara mereka yang memiliki ketenangan, kekuatan, dan sukacita di dalam diri mereka?

Temukanlah berkat Allah dengan memperhatikan orang yang lemah -- (David Roper).

MEMBERI ADALAH UKURAN KASIH YANG SEJATI

Selamat pagi sahabat Kristus.....
Siapakah orang baik itu? Ada yang menjawab, "Orang yang baik adalah orang yang selalu ramah dan santun dalam bertutur kata. Orang yang baik tidak memiliki musuh karena dia tidak pernah menyakiti orang lain, sehingga di mana pun berada disukai banyak orang."  Dan masih banyak lagi pendapat tentang orang yang yang baik.  Raja Salomo dalam amsalnya berkata, "Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rejekinya dengan si miskin."  (Amsal 22:9).

Orang yang baik adalah orang yang mau menolong orang lain yang kekurangan atau lebih lemah dari dia meskipun saat itu mungkin dia ada dalam kekurangan, namun di dalam kekurangannya itu dia masih mau menolong dan memperhatikan orang yang lebih lemah dari dirinya. Itulah orang yang baik, dan Tuhan pun tidak akan menutup mata pernah terhadap apapun yang diperbuatnya. Dia (Tuhan Yesus) akan memberkati dia dengan berlimpah-limpah sesuai dengan janji firmanNya. Di dalam Amsal 19:17 juga dikatakan, "Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu." Jadi jika kita menolong atau menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah atau lebih berkekurangan dari kita, yang berhutang kepada kita bukanlah orang yang kita tolong itu tetapi Tuhan yang berhutang kepada kita, dan Dia pasti akan mengembalikan atau membalasnya kepada kita dengan berkelimpahan.

Adalah tidak sia-sia jika memperhatikan orang yang lemah dan kekurangan karena Tuhan berjanji untuk memberkati siapapun yang suka menolong orang lain. Dikatakan, "Tuhan akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya!" (Mazmur 41:3). Tuhan akan menyelamatkan dan melindungi kita dan Dia juga tidak akan membiarkan kita dipermainkan oleh musuh. Juga "Tuhan membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kau pulihkan sama sekali dari sakitnya." (Mazmur 41:4). Tuhan akan menyembuhkan kita dari sakit penyakit. Oleh karena itu mari kita mempraktekkan pelayanan kasih ini dalam hidup sehari-hari; meskipun kita sedang lemah kita tetap harus membantu orang yang lebih lemah dari kita.

Kalau saat ini kita sudah diberkati Tuhan dengan berlimpah, itu adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri dan merupakan kesempatan bagi kita untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved