Sejarah
November 1965 Sekjen Komite Sentral PKI Sekaligus Wakil Ketua MPRS DN Aidit Dieksekusi Mati
DN Aidit menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) ke-1 dari 15 September 1960 hingga 1 Oktober 1965.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dipa Nusantara (DN) Aidit di masanya adalah pemimpin partai yang pernah memiliki massa besar di zamannya, yakni Partai Komunis Indonesia (PKI).
Sekarang partai behaluan komunis itu tidak ada lagi di Indonesia dan sudah menjadi partai terlarang.
Dikutip dari wikipedia, DN Aidit lahir di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, pada 30 Juni 1923.
DN Aidit merantau ke Jakarta dan meninggalkan tanah kelahirannya pada tahun 1940.
Ia sempat mendirikan perpustakaan Antara di daerah Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat.
Kemudian, DN Aidit mempelajari politik Marxis melalui Perhimpunan Demokratik Sosial Hindia Belanda.
Berawal dari situ, DN Aidit mulai berkenalan dengan tokoh politik Indonesia seperti Adam Malik, Chaerul Saleh, Bung Karno, Bung Hatta, dan Mohammad Yamin.

Pada tahun 1954, DN Aidit terpilih menjadi anggota Central Comitee (CC) PKI pada Kongres PKI.
Selanjutnya, Aidit terpilih juga menjadi Sekretaris Jenderal PKI.
DN Aidit sebagai pemimpin PKI membuat partai tersebut menjadi partai komunis ketiga terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan Cina.
Di zaman itu juga, PKI mempunyai program untuk segala lapisan masyarakat seperti Pemuda Rakyat, Gerwani, Barisan Tani Indonesia (BTI) dan Lekra.
DN Aidit menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) ke-1 dari 15 September 1960 hingga 1 Oktober 1965, bersama Idham Chalid, Ali Sastroamidjojo dan Wilujo Puspojudo.
Pada 30 September 1965 terjadi peristiwa penculikan dan pembunuhan yang dilakukan suatu kelompok militer pimpinan Let. Kol. Untung.
PKI dan DN Aidit dituding sebagai dalang dalam peristiwa tersebut meski hingga kini para ahli sejarah memperdebatkan hal ini.
DN Aidit kemudian diburu oleh TNI AD.