Berita Sulut

Kisah Buce Rompas, Ayah dari Danlantamal VIII Manado yang Seorang Wartawan Meliput Peristiwa Sejarah

Danlantamal VIII Brigjen TNI (Mar) Donar Philip Rompas memiliki banyak cerita menarik, salah satunya tentang ayahnya.

Penulis: Isvara Savitri | Editor:
Ist
Wartawan pak Buce Rompas 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Danlantamal VIII Brigjen TNI (Mar) Donar Philip Rompas memiliki banyak cerita menarik, salah satunya tentang ayahnya.

Ayahnya dulu merupakan fotografer senior Harian Pedoman Rakyat, Bhoet Philip Manuel Rompas yang lebih sering dikenal dengan Buce Rompas.

Banyak cerita tentang pengalaman sang ayah, salah satunya adalah penggunaan teknologi kamera yang berbeda di zaman dulu dengan sekarang.

"Dulu kan belum ada lensa tele yang panjang itu, jadi kalau liputan olahraga harus masuk ke lapangan sampai bapak dan teman-teman wartawan lainnya ditabrak sama para pemain," jelas Rompas saat menerima kunjungan Tribun Manado, Kamis (20/11/2020).

Rompas sendiri sering memperhatikan dan sedikit-banyak belajar soal kamera dari sang ayah.

Ia mengatakan memotret di zaman ayahnya sedikit lebih sulit karena harus mengambil angel yang menarik, yang tak jarang menghabiskan banyak film juga.

"Ada kalanya waktu memotret masih kabur, jadi ya double-double filmnya," tambah Rompas.

Buce Rompas sendiri merupakan salah satu wartawan yang disukai Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Jusuf Amir. Hal ini memberinya kesempatan untuk mengikuti Jenderal Jusuf ke manapun pergi termasuk ketika berunding dengan pentolan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) Abdul Kahar Muzakkar.

Salah satunya ketika Kahar Muzakkar dikabarkan meninggal dunia, tidak ada seorang pun yang diperbolehkan mengambil gambar kecuali Buce Rompas.

"Waktu (Kahar Muzakkar, -red) diautopsi tidak boleh ambil gambar karena masih telanjang. Akhirnya dipakaikan celana dan diyakinkan bahwa itu benar Kahar Muzakkar," jelas Rompas.

Kahar Muzakkar sendiri dikenal tak ingin sembarang memakai celana dalam. Ia hanya akan memakai celana dalam yang dibordir istrinya sendiri dengan inisial KM.

Hingga kini, foto-foto Buce Rompas masih berada di Kodam III/Siliwangi, termasuk foto komunikasi antara Jenderal Jusuf dan Kahar Muzakkar.

Sempat Terkencing-kencing Saat Masuk ke Pos Kahar Muzakkar

Rompas juga menceritakan kisah ayahnya yang berhasil masuk ke dalam pos Kahar Muzakkar bersama Kasi Intel di Makassar.

Masuk ke pos Kahar Muzakkar bukan lah perkara mudah karena wartawan maupun orang beragama Kristen pasti akan dibunuh jika berani masuk, yang mana Buce Rompas memiliki dua identitas tersebut.

"Bapak harus melewati beberapa pos sampai akhirnya bisa masuk ke pos Kahar Muzakkar yang dikawal ketat. Beliau sampe terkencing-kencing, pikirannya pasti akan mati karena punya dua identitas tersebut," ujar Rompas.

Namun Buce tertolong karena istri ke-3 Kahar Muzakkar adalah orang Sulawesi Utara, satu asal dengan Buce.

"Bapak langsung merasa tenang karena ada teman. Di dapur akhirnya bapak disambut dengan baik," pungkas Rompas.(*)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved