Breaking News:

Berita di Bolsel

BPCB Sulutenggo Pamerkan 18 Objek Cagar Budaya di Kabupaten Bolsel 

Beberapa objek cagar budaya yang dipamerkan diantaranya adalah Kalamba, Situs Kubur Tebing Tumpa, Situs Waruga, dan Pemugaran Tambi dan Buho.

Penulis: Nielton Durado | Editor:
Tribun Manado/Nielton Durado
Nampak suasan pameran Cagar Budaya di Desa Sondana, Kabupaten Bosel, Selasa (17/11/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI -- Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulutenggo memasang 18 Objek Cagar Budaya yang ada di Provinsi Sulut, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. 

18 objek tersebut dipasang di Pameran Cagar Budaya, tepatnya di Desa Sondana, Selasa (17/11/2020). 

Beberapa objek cagar budaya yang dipamerkan diantaranya adalah Kalamba, Situs Kubur Tebing Tumpa, Situs Waruga, dan Pemugaran Tambi dan Buho. 

Baca juga: Bergabung ke Petahana, Politisi Demokrat Siap Bawa 1000 Suara Untuk Iskandar-Deddy 

Baca juga: DJP Tunjuk 10 Perusahaan Sebagai Pemungut Pajak

Baca juga: Audit BPK RI Terkait Penanganan Covid-19 di 5 Daerah se Sulut Rampung

Menurut Faiz M. Anis Kaba selaku Penanggung Jawab Pameran BPCP di Bolsel jika Pameran ini dilaksanakan secara bergantian di 3 Provinsi. 

Baik Provinsi Sulut, Gorontalo, dan Sulteng. Kali ini giliran Provinsi Sulut yang kebagian pamerannya. 

"Karena sebelumnya kami sudah laksanakan di Sulteng dan Gorontalo," ujarnya. 

Baca juga: Beli Skutik Honda PCX Dapat Subsidi Rp 750 Ribu dan Helm Eksklusif

Baca juga: Mandiri Hadirkan Layanan Digital Paripurna, Solusi di Tengah Pandemi Covid-19

Ia menambahkan antusiasme masyarakat yang datang ke pameran cukuplah baik. 

Pasalnya selama dua hari melaksanakan pameran, sudah hampir 100 orang yang datang berkunjung.

"Tapi kita prioritaskan untuk anak-anak sekolah, karena ini juga sebagai tempat edukasi tentang nilai-nilai budaya dari para leluhur," aku dia. 

Baca juga: Guru Honorer hingga Tenaga Kependidikan Non-PNS Dapat Subsidi Gaji

Baca juga: Pangdam XIII/Merdeka Pimpin Upacara Sertijab Kakesdam dan Penyerahan Jabatan Kakumdam

Meski begitu, ia menegaskan jika pada pameran ini pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan. 

Setiap sekolah yang diundang hanya dibatasi 5 siswa saja. 

"Selain itu, para peserta juga diberikan masker dan hand sanitizer," aku dia. 

Ia berharap dengan adanya pameran ini, nantinya ada edukasi untuk menambah pemahaman masyarakat. 

Baca juga: Olly-Steven Butuh 5 Tahun Lagi, Siapkan Mega Proyek Pembangunan Sulut

Baca juga: Kampanye di Molibagu, Warga Minta Pasangan Berkah Normalisasi Sungai 

Terkait potensi cagar budaya yang ada di lingkungan mereka. 

"Sehingga nanti kami terbantu dengan adanya info terkait peninggalan di sekitar mereka," tegasnya. (Nie)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved