Pilpres Amerika Serikat

Joe Biden Mulai Bekerja, Fokus Penanganan Covid & UU Kesehatan Rakyat Miskin, Trump Guncang Pentagon

Loyalis Trump diberi peran Pentagon teratas setelah para pejabat mengundurkan diri, membuat marah Demokrat.

Editor:
AFP/ANGELA WEISS
Joe Biden, calon Presiden Partai Demokrat yang juga mantan Wakil Presiden Amerika Serikat 

TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON - Terpilih menjadi presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden dikabarkan mulai bekerja.

Menurut informasi yang ada, Biden fokus pada penanganan virus corona atau Covid-19 dan Udang-Undang Kesehatan Rakyat Miskin.

Namun, sebaliknya dengan Presiden AS Donald Trump.

Trump dikabarkan terus mengguncang Pentagon sehingga mengguncang transisi presiden yang sudah tidak pasti, lansir Reuters, Rabu (11/11/2020).

Inilah yang kami tonton pada Rabu pagi ini.

Loyalis Trump diberi peran Pentagon teratas setelah para pejabat mengundurkan diri, membuat marah Demokrat.

Twitter Tak Lagi Beri Perlakuan Spesial bagi Donald Trump.
Twitter Tak Lagi Beri Perlakuan Spesial bagi Donald Trump. (MANDEL NGAN / AFP Twitter/@realDonaldTrump)

Beberapa loyalis kepada Presiden Donald Trump dipromosikan ke peran utama di Departemen Pertahanan.

Setelah para pejabat sebelumnya mengundurkan diri menyusul penggulingan Menteri Pertahanan Mark Esper yang tidak perlu .

Perombakan di Pentagon telah meningkatkan kekhawatiran keamanan nasional di kalangan Demokrat ketika Presiden terpilih Joe Biden memulai transisinya.

Para pejabat yang dipromosikan ke posisi kebijakan dan intelijen teratas pada hari Selasa adalah loyalis Trump yang sering muncul di Fox News dan telah menimbulkan kontroversi di masa lalu.

Pensiunan Jenderal Angkatan Darat Anthony Tata, yang akan menjadi penasihat kebijakan tertinggi Pentagon, secara keliru menyebut mantan Presiden Barack Obama sebagai "pemimpin teroris" di Twitter pada 2018.

Kash Patel akan menjadi kepala staf sekretaris pertahanan yang baru.

Patel, yang sebelumnya adalah pejabat Dewan Keamanan Nasional dan pembantu utama Senator Republik Devin Nunes.

Dalam laporan media dikaitkan dengan upaya mendiskreditkan penyelidikan campur tangan Rusia dalam pemilu 2016.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved