Breaking News:

Pilkada Manado

Debat Calon Wakil Wali Kota Manado, Hanny Joost Pajouw Janji PKL Jadi Sabahat

Pasangan dari Mor Dominus Bastian (MDB) ini menegaskan tidak akan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Manado.

Tribun Manado / Fistel Mukuan
Hanny Joost Pajouw 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Empat calon Wakil Wali Kota Manado menyampaikan gagasan dan ‘sindiran’ pada debat yang digelar Komisi Pemiliha Umum (KPU) di Hotel Swissbel Maleosan, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (10/11/2020).

Keempat calon yakni Richard Sualang (nomor urut 1), Syarifudin Saafa (nomor urut 2), Hanny Joost Pajouw ((nomor urut 3) dan Harley Mangindaan (nomor urut 4).

Debat pertama ini mengangkat tema “Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dalam Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan Sebagai Perwujudan Kebijakan dan Strategi Penanganan, Pencegahan, dan Pengendalian Coroan Virus Disease 2019 (Covid-19)”.

Debat berlangsung selama kurang lebih 150 menit.

Selain para kandidat, komisioner KPU Manado, dan Bawaslu Kota Manado serta masing-masing tim sukses hadir.

Masing-masing calon wakil wali kota memaparkan apa yang hendak dilakukan bersama pasangannya.

Berikut paparan Hanny Joost Pajouw (HJP) pada debat tersebut:

Pasangan dari Mor Dominus Bastian (MDB) ini menegaskan tidak akan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Manado.

“Kami tidak akan menggunakan istilah menertibkan karena PKL adalah sahabat kami untuk membangun Kota Manado.

Apalagi mereka menjadi salah satu yang ikut terdampak pandemi Covid-19,” ujar Hanny .

Mantan dosen pembangunan Universitas Sam Ratulangi ini akan lebih fokus pada penghilangan kesan kumuh pada Kota Manado.

Pasangan ini juga ingin menjadikan tempat-tempat yang ada PKL-nya sebagai objek wisata.

Halaman
123
Penulis: Isvara Savitri
Editor: Jumadi Mappanganro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved