Aksi Pria Bergelantungan di Atas Tower, Dilakukan Selama 22 Jam, Alasannya Terungkap

Sebelum melakukan aksi nekatnya, pria tersebut diketahui memiliki masalah dengan istrinya.

Editor: Ventrico Nonutu
Tangkap Layar YouTube Tribun Kaltim
Aksi pria bergelantungan di Tower. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Penajam digegerkan oleh aksi seorang pria yang bergelantungan di atas tower.

Pria asal Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tersebut mencoba untuk bunuh diri.

Tower tersebut berada dekat dengan Pelabuhan Feri Penajam.

Baca juga: Anies Baswedan Bakal Temui Habib Rizieq Shihab, Ajang Temu Kangen dengan Petinggi FPI

Baca juga: Pernah Ditimpa Kasus Hukum, Rizieq Shihab Kini Sudah di Indonesia, Bagaimana Kelanjutan Kasusnya?

Pria itu berada di atas Tower Penajam sejak Senin (9/11) siang sekira pukul 11.30 WITA.

Dan pada akhirnya ia turun pada Selasa (10/11) pukul 09.20 WITA.

Sebelum melakukan aksi nekatnya, pria tersebut diketahui memiliki masalah dengan istrinya.

Teridentifikasi bahwa pria tersebut bernama Darmawi (43) sehari-hari bekerja sebagai supir Speedboat di Pelabuhan Penajam.

Kapolsek Penajam AKP Hari Purnomo mengatakan pria tersebut melakukan aksi membahayakan diri sendiri itu disebabkan oleh tak lain adalah istri dari Darmawi.

"Dia naik ke tower itu gara-gara istri, dia dengan istri ada masalah sebelumnya, jadi ada masalah keluarga, gara-gara istrinya sering posting di FB," kata Kapolsek, Selasa (10/11/2020).

Kapolsek mengatakan, pria tersebut sebelumnya sudah dibujuk beberapa kali oleh tim BPBD, TNI beserta RT dan warga setempat.

Kendati demikian Darmadi menolak untuk turun hingga akhirnya pada Selasa (10/11) pukul 9.20 WITA ia turun setelah beberapa kali melakukan dialog bersama keluarga.

"Dia sudah dibujuk tapi tetap tidak mau turun, kita inisiatif untuk biarkan saja, ada petunjuk dari warga bahwa dia pasti akan turun.

Karena masalah keluarga saja, tidak ada unsur bunuh diri kalau dari warga di situ," kata Heri.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD PPU, Nurlaila mengatakan, setelah mengetahui ada laporan membahayakan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak terkait dan menuju lokasi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved