Penanganan Covid

Bepergian Naik Pesawat Terbang saat Pandemi Covid-19? Simak Panduannya!

Menjelang masuk ke Pintu 5, saya melihat marka di lantai, tanda tempat orang berdiri agar tercipta pembatasan jarak fisikal.

dok Garuda Indonesia
Maskapai nasional Garuda Indonesia pada hari ini, Kamis (01/10) bertempat di Hangar 2 GMF AeroAsia secara resmi meluncurkan livery khusus yang menampilkan visual masker pada bagian depan (hidung) pesawat Airbus A330-900 Neo yang merupakan livery masker pesawat pertama yang ada di Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Alat transportasi pesawat terbang menjadi salah satu pilihan saat seseorang bepergian di masa pandemi Covid-19.

Diketahui ada banyak perubahan aturan saat melakukan perjalanan menggunakan pesawat, tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan.

Bepergian naik pesawat terbang di masa pandemi Covid-19 memang menjadi tantangan tersendiri.

Bagaimana sih caranya terbang sekarang? Jadi repot ya kalau pergi-pergi naik pesawat di masa pandemi? Aman enggak ya berlibur naik pesawat sekarang?

Itulah pertanyaan-pertayaan yang cukup sering saya dengar, pada masa pandemi Covid-19 ini.

Saya pun termasuk yang bertanya-tanya soal itu.

Meski pun banyak membaca berita soal proses bepergian dengan pesawat terbang, namun tetap saja ada pertanyaan yang mengganjal.

Suasana Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta pada Jumat (6/11/2020) pagi
Suasana Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta pada Jumat (6/11/2020) pagi (Warta Kota/AC Pingkan)

Kemudian kantor tempat saya bekerja menugaskan ke Bali, dan berangkat pada Jumat (6/11) siang.

Terminal 3 di Bandara Internasional Soekarno Hatta tampak lengang pada Jumat pagi, ketika saya turun dari bus Damri.

Saya memang datang jauh lebih awal dari jam keberangkatan, mengingat proses pendaftaran penumpang menjadi lebih panjang di masa pandemi ini.

Saat berjalan ke Pintu 5, yang merupakan pintu masuk ke terminal keberangkatan domestik, saya hanya berpapasan dengan dua penumpang lain yang berjalan santai.

Jauh berbeda dari suasananya pada akhir Februari tahun ini, terakhir kali saya menginjakkan kaki di tempat tersebut.

Sembilan bulan lalu itu rasanya hampir semua orang berjalan tergesa-gesa, mendorong koper beroda mereka secepat-cepatnya.

Suara riuh roda koper, roda troli, klakson mobil dan bus, deru kendaraan, dan tentu saja manusia bercakap-cakap begitu intensif, seperti mendorong orang untuk berjalan tergesa-gesa juga.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved