Terkini Daerah
Pengamat Politik Sebut Masalah Perhitungan Suara di AS Sama Dengan Indonesia
Pengamat Politik Sulut Stefanus Sampe Ph.D mengatakan Pemilihan presiden di Indonesia dan Amerika memang berbeda.
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rhendi Umar
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengamat Politik Sulut Stefanus Sampe Ph.D mengatakan Pemilihan presiden di Indonesia dan Amerika memang berbeda.
Karena disana menggunakan dua sistem yakni Popular Vote dan Electoral Vote, sedangkan di Indonesia hanya menggunakan Popular Vote.
Di indonesia suara yang terbanyak sudah pasti dia yang jadi presiden. Tapi kalau di AS belum tentu karena masih akan ditentukan lewat electoral vote.
Terkait dengan adanya kesalahan-kesalahan perhitungan itu bisa saja terjadi. Walaupun Amerika serikat negara maju tetap ada juga kesalahan-kesalaham dalam perhitungan suara.
"Tapi hal ini sebenarnya bukan kesalahan perhitungan suara tetapi mereka harus menunggu keputusan hasil dari electoral vote tersebut. Karena suara-suara dari negara bagian harus dikirim lewat kantor pos," sebut Sampe kepada Tribun Manado.
Kata Sampe, Kalau di Indonesia kan tidak ada pengiriman suara lewat pos. Nah, di amerika serikat pas di hari H mereka mengumpulkan suara yang dikirim dari kantor pos.
Tetapi tetap tidak menutup kemungkinan untuk terjadi kesalahan, yang jika dilihat seperti terjadi di Indonesia seperti adanya kesalahan perhitungan suara.
Masalah soal perhitungan suara ini biasanya karena adanya pengaruh kepentingan dari Tim Pemenangan antar Donald Trump dan Joe Biden Jadi ada banyak kepentingan yang bermain disitu.
"Makanya jangan heran jika ada tuntutan-tuntutan untuk perhitungan kembali. Nah ini sama seperti yang terjadi di Indonesia baik Pilpres dan Pilkada hal-hal seperti ini sering terjadi, apalagi soal gugat menggugat. Jadi memang hal seperti ini sebenarnya lumrah terjadi di dalam suatu pemilihan," jelasnya
Oleh karena itu, untuk meminimalisir hal ini solusinya kembali lagi ke penyelenggara Pemilu atau Badan dan Lembaga penyelenggara Pemilu yang harus netral dan adil serta tidak berat sebelah untuk mengantisipasi hal-hal diatas.
"Intinya disini, antara Amerika dan Indonesia hanya berbeda sistem pemilihannya, yakni Amerika punya Popular Vote dan Electoral Vote, sedangkan di Indonesia hanya Popular Vote tetapi untuk adanya masalah-masalah soal perhitungan suara dan lain-lain sering terjadi di semua negara demokrasi," pungkas Sampe. ( Tribunmanado/Mejer Lumatow)
BERITA TERKINI TRIBUNMANADO:
Baca juga: Kabar Gembira, Cek Rekening! Dana BLT BPJS Rp 1,2 Juta Sudah Cair Hari Ini
Baca juga: Di Mata Najwa Haris Kecewa Sikap Jokowi & Tri Rismahari pada Pendemo Tolak Omnibus Law, Sampai Marah
Baca juga: Dr. Jan Maringka Staf Ahli Jaksa Agung Ditetapkan jadi Tonaas Wangko Gumiiroth Um Banua
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/stefanus-sampe_20180804_194357.jpg)