Breaking News:

Kasus Penikaman

Kasus Penikaman di Pelabuhan PPS Bitung, Terduga Tersangka Akui Perbuatannya

Polisi dari Polsek Aertembaga dan Resmob Polres Bitung langsung mengamankan terduga tersangka tindak pidana penganiayaan pakai sajam

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Christian Wayongkere
Terduga tersangka JK alias Tating (28), pelaku tindak pidana penganiayaan pakai sajam mengakibatkan korban meninggal 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Polisi dari Polsek Aertembaga dan Resmob Polres Bitung langsung mengamankan terduga tersangka tindak pidana penganiayaan pakai sajam, di Pos Security Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Aertembaga Bitung, Kamis (5/11/2020).

Terduga tersangka JK alias Tating (28) warga satu diantara Kelurahan di Kecamatan Maesa Kota Bitung, bersama petugas di bawa ke TKP untuk mencari barang bukti sebilah pisau yang dipakai untuk menikam korban di laut.

Polisi harus meminta bantuan ABK dari kapal ikan lainnya yang sedang sandar di dermaga, untuk menyelam mencari barang bukti itu.

Sayangnya tak sampai 20 menit melakukan penyeleman barang bukti itu tak kunjung ditemukan.

Baca juga: Welty Komaling: Program OD-SK Penuhi Kebutuhan Warga Bolmong

Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang ABK Kena Tikam, dalam Kondisi Kritis Sempat Jadi Tontonan Warga

Baca juga: Terpilih Jadi Ketua PAC Bolaang Uki, Jois Pulumai Targetkan Berkah dan OD-SK Menang Telak

JK alias Tating 28 mengakui bahwa dialah yang menikam korban pria Jil Ven Atupan (22) ABK KM Becnidita.

"Saya yang melakukan pak, sudah lupa pisau itu di mana karena banyak orang," jawabnya ketika polisi bertanya.

Diinterogasi ketika sudah ditahan di sel Polsek Aertembaga, terduga tersangka mengaku nekat menikam korban karena sakit hati.

Diduga gara-gara korban muncul masalah dalam rumah tangganya. "Dia ba hugel dengan kita pe bini," ucapnya dari balik jeruji besi.

Baca juga: Anak Donald Trump Dorong Sang Ayah untuk Perang Total Lawan Kecurangan Pilpres AS

Dijelaskan bahwa yang perbuatan tersebut dikarenakan pria Jil Ven Atupan sudah berani menggangu Istrinya bernama Irmawti Limpong.

Perbuatan korban sudah lama dipendam oleh yang bersangkutan. Sekitar 3 bulan dipendam, dan anak menjadi korban, tidak diurus dititip ke orangtua mantu.

Dia pun dengan lantang mengatakan berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan kepada korban.(crz)

Baca juga: Betrand Peto Dihina dan Thalia Onsu Diancam Dibunuh, Ruben Onsu Naik Pitam, Pelaku Nangis Minta Maaf

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved