Respon Australia Terhadap Pengaruh Kekuatan China di Asia Pasifik

Kepulauan Pasifik memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan dan dinilai sebagai wilayah yang sangat strategis.

Editor: Ventrico Nonutu
Istimewa
Tampilan Sidney Opera House serta sebagian Kota Sidney Australia 

Oleh :
Yunisi
Mahasiswi Hubungan Internasional, UKI Jakarta

Kepulauan Asia Pasifik adalah kepulauan yang sebagian besar penghuninya terdiri dari negara-negara yang memiliki luas wilayah dan populasi yang kecil, pertumbuhan ekonomi yang lemah, infrastruktur primitif, kondisi pemerintah yang kuang baik dan kurang stabil secara politik. Walaupun demikian, negara-negara di Kepulauan Pasifik memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan. Pulau-pulau di Samudra Pasifik terbagi tiga masyarakat budaya yaitu Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia. Ketiganya memiliki perbedaan baik secara historis berdasarkan geografi, bahasa, budaya, maupun karakter fisik (Brown 2012). Wilayah ini menghubungkan kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, benua Amerika dan Asia Selatan. Wilayah Asia Pasifik dinilai sebagai wilayah yang sangat strategis sehingga banyak memicu persaingan pengaruh untuk melancarkan kepentingan  dan keamanan masing-masing ekonomi negara.

Menurut data yang tercatat di lowy institute China telah melakukan dua kali pertemuan regional untuk memperkuat pembangunan ekonomi serta keterlibatan diplomatik dengan wilayah Asia Pasifik. China berupaya untuk memberikan dukungan kepada organisasi regional utama di kawasan yaitu Sekretariat Forum Kepulauan Pasifik. baik bantuan dalam program bilateral maupun memberikan dukungan untuk organisasi regional. Bukan hanya dalam bentuk investasi di bidang infrastruktur, China juga memberikan sejumlah beasiswa untuk para pelajar di kepulauan Pasifik serta pelatihan sumber daya manusia terhadap pejabat pemerintah. Dalam hal memperluas BRI China berusaha menjalin kerjasama dengan negara-negara kawasan melalui bantuan ekonomi serta pinjaman lunak jangka panjang, contohnya bangunan pelabuhan di Pulau Penhryn di Cook dan lain sebagainya. Tonga juga mendapatkan keringanan dalam pembayaran hutangnya. (Ellis & Devonshire, 2019). Menurut akumulasi data dari 2006-2016 tercatat bahwa China memberikan bantuan dana ke wilayah Pasifik sebesar $ 1.781,2 juta dengan bantuan terbesar kepada Papua Nugini. Investasi China lebih kepada proyek-proyek infrastuktur dalam skala besar. Tidak dengan Australia sebagai aktor tradisional di kawasan berinvestasi dalam bidang pemerintah, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Menurut data dari Lowy intitute dalam investasi Australia dan China menunjukkan bahwa proyek utama Australia lebih ke bidang non-infrastruktur.

Kebangkitan China di Pasifik dikarenakan adanya pertumbuhan ekonomi yang melesat yang membuat negara China menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. China meningkatkan perhatiannya di Pasifik bukan kareana vacuum of power, tetapi karena meningkatnya perhatian dan kehadiran kembali negara-negara barat seperti Australia, New Zealand, Prancis, Uni Eropa dan Jepang (Wesley-Smith 2007). Adapun Salah satu faktor yang mendorong upaya China di kepulauan Pasifik yaitu mencari dukungan untuk klaim satu-Chinanya atas Taiwan yang memiliki banyak sekutu di wilayah ini. China telah menjalin hubungan bilateral dengan beberapa negara di Asia Pasifik seperti Cook Island, Fiji, Niue, Papua Nugini, Samoa, Tonga dan Vanuatu. untuk memperkuat keterlibatannya di kawasan China mengambil peran sebagai peninjau dalam forum PIF (Pacific Island Forum) serta aktif sebagai pengamat dalam MSG (Melanesian Spearhead Group) yang merupakan organisasi yang terdiri dari negara-negara ras Melanesia. China terlibat dalam forum karena tidak ada keterlibatan dari pemain tradisional di dalam MSG (Brady 2015).

Meningkatnya pengaruh China di Pasifik dapat dilihat dari berbagai bantuan luar negerinya yang signifikan yang diberikan oleh China sebagai upaya untuk memperkuat perdagangan, meningkatkan pembangunan infrastruktur, kemampuan pemerintah dan militer, serta upaya untuk mengembangkan sumber daya alam (Shie 2010). Dengan demikian kebangkitan China yang semangkin meningkat dan intensif memicu berbagai kekawatiran serta dianggap sebagai ancaman khususnya bagi para pemain tradisional yang dapat tergeser oleh China, seperti Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru. Sebagai pemain lama di kawasan Amerika serikat mendorong sekutunya yaitu Australia untuk meningkatkan perannya kembali untuk menangkal pengaruh China yang semangkin besar di kawasan (Bustelo 2005).

Respon Australia sebagai negara adikuasa di Pasifik. Maupun sebagai negara pemain tradisional yang sudah cukup lama dalam memainkan perannya dan memiliki pengaruh kekuatan besar di kawasan ini yang  telah lama tercatat sebagai mitra dagang serta pendonor bantuan terbesar di bagian Pasifik Selatan. Yang secara geografis sebagai negara terkaya di Oseania yang berdekatan dengan negra-negara pasifik membuat Australia menjalin hubungan bilateral yang cukup besar di Pasifik (Allan, Gyngell & Wesley 2003). Untuk meningkatkan keterlibatannya di Pasifik, pemerintah Australia akan memberikan dana dalam jumlah yang besar di kawasan, serta akan meningkatkan pembangunan dalam proyek telekomunikasi, energi, transportasi dan air. Berupa bantuan dana hibah dan pinjaman non lunak. Dalam hubungannya, Australia akan memperluas kehadiran diplomatik di Pasifik, menempatkan staf di Palau, kepulauan Marshall, French Polynesia, Niue, dan Kepulauan Cook. Australia juga akan memperkuat hubungan pertahanan dan keamanan di kepulauan Pasifik melalui sejumlah latihan gabungan berupa latihan militer bersama dan berjanji akan meningkatkan kemampuan keamanan dunia maya. Australia juga akan memfokuskan politik luar negerinya di Asia Pasifik. Hal ini guna untuk menangkal pengaruh kekuatan china di Asia Pasifik yang mendominasi dan cukup berpangaruh terhadap beberapa negara yang mendapatkan bantuan dan kerjasama dengan China.

Referensi :

Nadjiha, Siti. (2020). “Persaingan China-Australia Dalam Perebutan Pengaruh di Kawasan Pasifik”. Jurnal Asia Pacific Studies. Volume 4 No. 1, Pp 33-45

Brown, Peter. 2012. Australian Influence in the South Pacific.” ADF Journal 189 (December): 66-78

Ellis, & Devoshire, C. 2019. “Belt and Road Pacific” diakses pada 31 Oktober 2020, from the Trumphet: https://www.thetrumphet.com/17160-will-chinas-next-military-base-be-ivanuatu

Wesley-Smith, Terence.2007. China in Oceania: New Force in Pacific Politics. Pacific Islands Policy.

Bustelo, Pablo. 2005. “China’s Emergence: Threat or “Peaceful Rice”? Ari 135: 1-6. http://www.realinstitutoelcano,org/analisis/850/bustelo850.pdf

Allan, Gyngell & Wesley, Michael. 2003 Making Australian Foreign Policy. New York: Cambrige University Press.

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved