Breaking News:

Pengeroyokan Anggota TNI

Klub Moge HOG Minta Maaf ke TNI, Polisi Lanjutkan Proses Hukum. Tahan 13 Harley Davidson

"Motor-motor itu akan diperiksa dulu kelengkapannya. Kalau lengkap tentu dilepas," jelas Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus.

Editor: Jumadi Mappanganro

Dody mengatakan, awalnya kasus itu sudah didamaikan secara kekeluargaan pada Jumat (30/10/2020) sore.

Namun ternyata korban kemudian membuat laporan polisi pada malam harinya.

"Kami hanya menindaklanjuti laporan yang dibuat korban ke polres dan sudah kami tindaklanjuti. Pelaku yang terbukti lakukan tindak pidana sebanyak 2 orang dan saat ini sudah dilakukan penahanan di rutan polres," jelas Dody.

Persoalan dua anggota TNI yang dikeroyok oleh para pengendara motor gede (moge) dari klub Harley Owners Group (HOG) di Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), hingga kini penanganan kasusnya berlanjut.

Sebelumnya Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Jumat 30 Oktober 2020 sekitar pukul 16.30 WIB, di pertigaan Jalan Prof Dr Hamka dan Jalan Sutan Syahrir, Tarok Dipo, Guguak Panjang, Bukittinggi.

Aksi pengeroyokan itu terekam video dan kemudian viral di media sosial. Polisi pun bergerak cepat dan menangkap para pelaku.

Dari beberapa pelaku pengeroyokan, dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Bukittinggi. Dua tersangka itu yakni MS (49) dan BSA (18).

Baca juga: Selain Tangkap 2 Pengendara Moge, Polres Bukittinggi juga Tahan 13 Motor Harley Davidson

Baca juga: Update Kasus Pengendara Moge Pukuli TNI di Bukittinggi, Kapolres : 2 Orang Diamankan

Bambang diketahui masih berstatus pelajar, sedangkan Michael Simon merupakan seorang pengusaha.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved