Konfirmasi Kabar Hoaks

Polres Bolsel Pastikan Informasi Penculikan Anak di Pinolosian Hoax

Menurut Kasat Reskrim, Iptu Sahroni Rasyid, pihaknya sudah melakukan crosscek di tempat kejadian perkara (TKP).

Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Nielton Durado
Kapolres Bolsel AKBP.Yuli Kurnianto. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI -- Maraknya berita penculikan anak lewat media sosial (facebook) di kecamatan Pinolosian menimbulkan keresahan pada masyarakat.

Kejadian ini ditanggapi serius oleh Kepolisan Resor (Polres) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Menurut Kasat Reskrim, Iptu Sahroni Rasyid, pihaknya sudah melakukan crosscek di tempat kejadian perkara (TKP).

Serta beberapa teman korban.Namun tidak ditemukan bukti adanya penculikan.

Ia menegaskan, sesuai keterangan anak berinisial M (6) jika luka di tangannya terluka karena terkena pecahan botol saat bermain.

Dari pengakuannya bahwa dia bersama teman-temannya sedang bermain.

Ketika berlari ia terjatuh, kemudian jari tangannya terkena pecahan beling.

Karena takut akan dimarahi orang tuanya, sehingga dia mencari alasan, bahwa kejadian yang menimpa dirinya karena akan diculik orang, dan tangannya terluka akibat melawan,

“Sampai saat ini tidak ada laporan penculikan anak yang masuk di Polres maupun Polsek Pinolosian," ujar Sahroni, Selasa (27/10/2020) ketika dihubungi Tribun Manado.

"Jadi berita penculikan itu tidak benar atau hoax,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Bolsel AKBP.Yuli Kurnianto mengatakan jika seseorang atau kelompok menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya (Hoax) bisa dikenakan UU ITE.

“Jadi, kalau berita benar terjadi tapi dibuat narasi tidak sesuai atau berita yang tidak ada kejadian tetapi meresahkan dan provokatif bisa diserat UU ITE,” jelasnya.

Ia pun menghimbau masyakarat agar tidak mudah menyebarkan/membagikan berita yang belum pasti kebenarannya.

“Untuk masyakarat jangan cepat terpengaruh dengan berita yang sumber kebenaran tidak jelas,” imbuh Perwira dua melati ini.

Sebelumnya diketahui jika postingan tentang penculikan anak ramai dibahas di medsos Facebook, tepat di Suara Masyarakat Bolsel (SMB).

Dalam grup tersebut seorang wanita memposting tentang peringatan kepada orang tua untuk menjaga anaknya karena marak penculikan anak.

Postingan tersebut lalu ditanggapi oleh masyarakat dan dibagikan berulang kali sehingga menimbulkan keresahan. (Nie)

Baca juga: Bahaya Politik Identitas Dalam Pilgub 2020, Rossalina: Yang Repot TNI dan Polri

Baca juga: Penjelasan Menkeu soal Upah Minimum 2021 Tidak Naik, Dipengaruhi Daya Beli Masyarakat

Baca juga: PLN Harapkan Subsidi Elpiji Berkurang Rp 4,8 Triliun

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved