Harga Kopra

Harga Kopra Putih Capai Rp 15.000, Dinas Perkebunan Sulut Siapkan Korporasi Petani

Kopra putih sekarang ini paling murah Rp 13.000 , bisa sampai Rp15.000 tergantung kualitas, dibanding kopra biasa Rp 9.500

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Aldi Ponge
TRIBUN MANADO/RYO NOOR
Kepala Dinas Perkebunan Sulut Refly Ngantung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Harga kopra Sulut 'bekibar' di angka Rp 9.000 lebih per kilogram.

Sempat jatuh di awal tahun, kini perlahan harga komoditas andalan petani kelapa Sulut ini terkerek naik.

"Rp 9.500 sekarang, turun sedikit sempat Rp 9.800," kata Kepala Dinas Perkebunan Daerah (Disbunda) Sulut, Refly Ngantung kepada tribunmanado.co.id, Sabtu (24/10/2020).

Harga saat ini memang sedang bagus, namun di waktu tertentu bisa turun, untuk mengantisipasi gejolak harga kopra,

Refly mengatakan satu caranya, petani diimbau mulai beralih meningkatkan kualitas kopra.

Saat ini yang banyak dikembangkan petani biasa kopra yang diproduksi dengan cara diasapi (fufu).

Baca juga: Pemuda RU Tewas Disengat Tawon Mematikan saat Hendak Ambil Madu, Sempat Lari Masuk Kubangan Air

Baca juga: Raja Malaysia Diminta Umumkan Keadaan Darurat, Anwar Ibrahim Tanggapi Langkah Muhyiddin Yassin

Padahal, ada jenis kopra yang lebih berkualitas dengan nilai ekonomis lebih tinggi yakni kopra putih

"Kopra putih punya nilai ekonomis tinggi, simpan lama. Dengan Kadar air tertentu bisa tahan 1 tahun di gudang standar," ungkapnya

Kopra putih sekarang ini paling murah Rp 13.000 , bisa sampai Rp15.000 tergantung kualitas, dibanding kopra biasa Rp 9.500

Pengolahan kopra ini menggunakan sinar ultra violet atau dijemur langsung.

"Sekarang sudah ada teknologi oven yang bisa mengontrol suhu. Sekitar 8 jam sudah bisa hasilkan kopra putih," ucapnya

Sebab itu, Disbunda Sulut audah memikirkan menfasilitasi terbentuknya Korporasi Petani Pengelola Kopra Putih.

Bantuan peralatan dan fasilitas dari pemerintah, petani bisa mulai beralih memproduksi kopra putih.

Harga kopra putih itu melonjak karena permintaan India yang hampir tidak terbatas.

"Di India dengan penduduk terbesar ketiga di dunia, per orang itu menggunakan 0,5 liter minyak nabati untuk ritual keagamaan. Kelapa dunia tidak cukup oenuhi itu, sementara menggunakan minyak zaitun mahal," katanya.

Peluang ini dimanfaafkan petani dengan memproduksi kopra putih

"Pusat pemprov kasih stimulus keroyokan produksi kopra putih. Alat pengolah, pascapanen kita siapkan Oven skala 5 Ton bisa produksi waktu 5-8 jam," ujarnya.

Namun, akanndibentuk korporasi gabungan dari asosiasi dan kelompok petani

"Kita ingin meningkatkan daya saing produk kelapa dengan kopra putih. Jangan hanya kopra biasa," kata dia. (ryo)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved