Breaking News:

Catatan Willy Kumurur

El Clasico Barcelona vs Real Madrid, Rivalitas Paling Pahit

Rivalitas itu telah berusia lebih seratus tahun. El Clasico dibangun di atas pertumpahan darah, desingan peluru, luka, dendam dan harga diri.

Oleh: Willy Kumurur
Penikmat bola. Tinggal di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

"SEMUA hal di alam ini selalu berubah, mengalir, dan penuh persaingan," tutur Heraklitus, filsuf Yunani kuno pada masanya.

Inilah yang dialami oleh dua klub sepakbola dunia, legenda bola dunia: Real Madrid dan Barcelona.

Mereka akan kembali bertemu bukan pada laga persahabatan bertabur senyum dan canda-ria, namun berjumpa untuk sebuah pertempuran klasik. Bertajuk El Clasico.

Persaingan antara Barcelona dan Real Madrid bukanlah rivalitas semusim, dan karena itulah impian untuk memenangkan pertempuran: bukan impian semusim.

Banyak musim telah mereka lewati setelah pertempuran pertama di stadion Hippodromo Madrid 13 Mei 1902.

dr Willy Kumurur
dr Willy Kumurur (handover)

El Clasico

Rivalitas itu telah berusia lebih seratus tahun. Tak hanya sekadar persaingan untuk dan atas nama sepakbola itu sendiri.

El Clasico dibangun di atas pertumpahan darah, desingan peluru, luka, dendam dan harga diri.

Meski Catalonia kehilangan kemerdekaannya pada tahun 1714, ada kebangkitan politik dan budaya di abad ke-19 yang akhirnya menyebabkan Republik Catalan memproklamasikan kemerdekaannya tahun 1931 dengan ibukotanya: Barcelona.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved