Breaking News:

Basuki Tjahaja Purnama

Ahok Dibilang Komut Rasa Dirut, Ahok Minta Kocok dan Lantik Ulang Pejabat di Pertamina

Bukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, jika pemikiran dan apa yang diutarakannya menyita perhatian publik. Pasalnya, apa yang diutarakan Ahok

Editor: Aswin_Lumintang
Istimewa
Ahok BTP saat diwawancarai Najwa Shihab. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Bukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, jika pemikiran dan apa yang diutarakannya menyita perhatian publik. Pasalnya, apa yang diutarakan Ahok, berani, lugas dan berbeda dengan kebanyakan orang.

Baca juga: Tahun Depan Pemkot Tomohon Usulkan Rp 5,9 Miliar Khusus untuk Insentif Linmas

Pria yang dipercayakan sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ini ingin menerapkan sistem pengocokan ulang jabatan di entitasnya seperti yang pernah ia lakukan di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beberapa tahun lampau. Sistem tersebut dilakukan untuk menempatkan pegawai sesuai dengan kompetensinya.

Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok
Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok (KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG)

“Semua dikocok ulang, dilantik ulang seperti waktu di Monas. Maksud saya harusnya begitu, baru didapatkan yang terbik dari yang terbaik,” kata Ahok dalam sesi wawancara bersama seniman Butet Kartaredjasa dalam sesi Butet Srawung yang diunggah melalui Youtube pribadi Butet, sepekan lalu.

Ahok menceritakan, saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta lalu, ia pernah memangkas pejabat dari 11 ribu menjadi 6.000. Langkah tersebut dilakukan guna mendorong efektivitas dan efisiensi lembaga.

Di samping melakukan pengocokan ulang, di Pertamina, Ahok juga ingin memperbaiki sistem kompitisi dalam memperoleh kursi jabatan. Ia pun akan menghapus warisan lama yang membuat pegawai hanya bisa memperoleh kedudukan tertentu berdasarkan periode waktu bekerjanya.  

Baca juga: Sore Ini, Presiden Jokowi Bertemu PM Jepang di Istana Bogor, Sebanyak 1.000 Personel Disiagakan

Baca juga: Belanja Yuk! Ada Stick Rasa Keju di Kios UMKM Sulut

Sistem ini dilakukan melalui evaluasi atau penilaian. “Kalau kamu tes, bagus bisa loncat empat-lima kali,” katanya.

Ahok pun mengungkapkan tak butuh lelang untuk membuka kompetisi kursi jabatan. “Kotak lelang hanya buat yang pensiun, yang kosong,” ucapnya.

Pada kesempatan itu juga Ahok menceritakan kesibukannya sebagai bos perseroan pelat merah. Saking sibuknya, ia dan jajaran dewan komisaris perseroan pelat merah itu bisa menggelar rapat hingga empat kali dalam sepekan.

Padatnya kegiatan ini tak berbeda dengan aktivitas jajaran dewan direksi. Padahal, umumnya, kewajiban dewan komisaris perusahaan hanya menggelar rapat sebanyak empat kali selama setahun.

“Ada yang meledek saya komut (komisaris utama) rasa dirut (direktur utama). Saya bercanda, saya dirut nyaru komut,” ucap Ahok dalam sesi wawancara bersama seniman Butet Kartaredjasa dalam sesi Butet Srawung yang diunggah melalui YouTube pribadi Butet, sepekan lalu, dan dikutip Tribunnews, Selasa (20/10/2020).

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved