Breaking News:

Aktivis KAMI Ditangkap

Arief Poyuono Siap Jadi Jaminan, Minta Jokowi Perintahkan Kapolri Lepaskan Aktivis KAMI

Penangkapan terhadap aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mulai ditentang kolega mereka di organisasi buruh.

Editor: Aswin_Lumintang
Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan saat dihadirkan dalam rilis kasus di Bareskrim Polri, Kamis (15/10/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Penangkapan terhadap aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mulai ditentang kolega mereka di organisasi buruh. Satu di antaranya yang menentang dan meminta rekan-rekannya dilepaskan yakni, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono.

Dia beranggapan para pendiri KAMI ini tidak akan melakukan tindakan yang menghancurkan NKRI.

Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin hingga Rocky Gerung ditolak saat ingin menjenguk tokoh KAMI yang ditahan di Bareskrim
Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin hingga Rocky Gerung ditolak saat ingin menjenguk tokoh KAMI yang ditahan di Bareskrim (Tribunnews.com/Igman Ibrahim)

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono menyebut Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat, tidak tepat dijadikan tersangka oleh Polisi dengan tuduhan melakukan ujaran kebencian hingga hoaks di sosial media.

Arief mengaku, sangat mengenal kedua petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tersebut, di mana keduanya sangat mencintai Indonesia dan selalu mengedepankan persatuan nasional.

"Saya dan teman-teman akan mencoba meminta presiden Jokowi untuk memerintahkan Kapolri (Idham Azis) membebaskan mereka, dan saya pun siap memberikan jaminan agar di bebaskan," ujar Arief kepada wartawan, Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Menurut Arief, Syahganda dan Jumhur menjadi bagian orang yang berjasa atas lahirnya sistem negara demokratis, yang akhirnya mampu melahirkan pemimpin dari kalangan bawah seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya juga memohon dan mengajak pada ibu Megawati Soekarnoputri yang merupakan tokoh demokrasi, untuk ikut juga menghimbau Kapolri membebaskan mereka semua," papar politikus Partai Gerindra itu.

Sebagai informasi, Syahganda dan Jumhur ditetapkan tersangka dengan dugaan melanggar pasal tentang ujaran kebencian hingga hoaks di sosial media.

Arief Poyuono
Arief Poyuono (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Dalam rilis yang diungkap Bareskrim Polri, Jumhur dipersoalkan karena menyebarkan ujaran kebencian terkait dengan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Satu di antara cuitan yang dipersoalkan adalah tudingan regulasi itu titipan Tiongkok.

Sedangkan, Syahganda diduga menyebarkan gambar dan narasi yang tidak sesuai dengan kejadian di akun Twitternya.

Gambar yang disebarkan berkaitan dengan aksi unjuk rasa buruh menolak Omnibus Law.

Keduanya, kini masih mendekam di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Theresia Felisiani

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved