Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Heboh

VIRAL Video Emak-emak dan Gadis Remaja Dihajar Satpol PP dan Preman hingga Terkapar

Remaja wanita tersebut ditendang dan dibanting oleh sekelompok petugas Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP.

Editor: Alexander Pattyranie
Twitter/@BPANusantara
Wanita bernama Damaris terkapar dan pingsan usai dibanting oleh seorang pria saat terlibat aksi bentrok dengan Satpol PP di Desa Pubabu- Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Rabu (14/10/2020) siang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BESIPAE - Beredar video seorang emak-emak dan gadis remaja dianiaya sekelompok

petugas Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP.

Videonya menjadi viral di media sosial.

Dari video yang beredar, remaja wanita tersebut ditendang dan dibanting oleh sekelompok petugas

Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP.

Begitupun si ibu yang juga dibanting tubuhnya ke atas tanah hingga tergeletak dan pingsan.

Diketahui, antara remaja dan ibu yang dibanting hingga pingsan tersebut terlibat bentrok dengan satpol pp.

BERITA TERPOPULER :

Baca juga: VIRAL Wanita Ini Bentak Anggota Polisi saat Terjaring Razia Masker Mengaku Istri Jaksa

Baca juga: Bayi Belum Lahir Dikeluarkan Paksa, Wanita Bunuh Teman yang Hamil Tua, Pelakunya Berakting di RS

Baca juga: PROMO Indomaret Terbaru, Diskon Minyak Goreng, Detergen hingga Produk Rumah Tangga Lainnya, Buruan!

TONTON JUGA :

Dari informasi yang beredar, aksi kekerasan yang terekam di dalam video tersebut menimpa

masyarakat adat Besipae, di NTT pada Rabu (14/10/2020) siang.

Sementara video yang merekam keributan hingga tindakan penganiayaan itu semula diunggah

oleh akun Twitter @BPANusantara.

"Kejadian di Besipae tadi sore, Pol PP bersama preman menganiaya ibu2 dan anak2 yang tinggal

di lokasi," tulis akun @BPANusantara seperti dikutip Serambinews.com dalam tweetnya, Kamis (15/10/2020).

Dalam tayangan video berdurasi 45 detik tersebut, terlihat keributan terjadi antara sejumlah

masyarakat dengan sekelompok satpol pp.

Terlihat di sana ada puluhan pria yang mengenakan seragam dinas, dan beberapa

lainnya mengenakan pakaian biasa.

Aksi saling tarik menarik yang melibatkan beberapa orang berpakaian biasa pun terjadi.

Hingga ibu berkaus hijau tersebut dibanting tubuhnya ke atas tanah oleh seorang pria.

Seketika itu pula, si ibu langsung tergeletak tak bergerak.

Sementara remaja wanita yang mengenakan kaus berwarna kuning terlihat dikeroyok oleh beberapa orang.

Ia sempat mendapat tendangan beberapa kali oleh seorang wanita yang memegang kamera

hingga dibanting oleh seorang pria, lantaran terus melawan dan berusaha memukul.

Melansir dari Kompas.com, peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di Desa Pubabu- Besipae,

Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Rabu (14/10/2020) siang.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Pubabu-Besipae, Niko Manoe membenarkan aksi

kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut.

Dikatakan oleh Niko, ibu yang dicekik dan dibanting tersebut bernama Damaris.

Sementara remaja perempuan yang ditendang dan juga dibanting itu bernama Novi (15).

“Benar, ada kejadian itu, seperti video yang beredar di media sosial. Kejadian bermula sekitar

jam 12.00 Wita, siang tadi hingga akhirnya ada tindakan represif dari pihak pemerintah provinsi

kepada warga kami,” kata Niko saat dihubungi oleh Kompas.com, Rabu (14/10/2020).

Selain dua orang itu, ada juga beberapa perempuan lainnya yang mendapat perlakuan sama.

Menurut Niko, pertikaian tersebut bisa dihindari ketika petugas Satpol PP dan

Dinas Peternakan Provinsi NTT turun melakukan kegiatan di lahan itu.

Warga menolak karena lahan itu masih berstatus sengketa.

Sehingga tak dibenarkan untuk melakukan kegiatan di dalamnya.

“Beberapa warga kami perempuan yang terluka.

Ada ibu yang dicekik di leher hingga masih ada luka yang membekas,” ungkapnya.

Satpol PP membantah

Dikutip Serambinews.com dari Kompas.com, Kamis (15/10/2020), Kasat Pol PP NTT Cornelis Wadu

membantah aksi kekerasan yang dilakukan sejumlah pria dan anak buahnya di Desa Pubabu-Besipae.

"Itu tidak benar. Nanti untuk lebih jelasnya konfirmasi langsung ke Plt Kepala Badan Pendapatan

dan Aset Daerah NTT Weli Rohimone," ujar dia singkat.

Pelaksana tugas (Plt) Badan Pendapatan dan Aset Daerah Welly Rohi Mone pun

membantah kekerasan itu.

Menurutnya, jusru anak buahnya yang menjadi korban kekerasan.

“Anak buah saya yang justru jadi korban dan mengalami memar di bagian belakang

atas kepala,” ungkapnya.

Welly menjelaskan, kedatangannya ke Pubabu untuk membuka lahan demi menyukseskan

program tanam jagung panen sapi milik Pemprov NTT.

“Kami datang untuk persiapan lahan, karena dekat musim penghujan.

Kami juga tidak usik warga setempat yang bolak-balik di depan kami,” katanya.

Kedatangan Pemprov NTT bersama dengan Korem 161 Wirasakti Kupang untuk melihat lahan

yang akan dimanfaatkan untuk program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

Ia menjelaskan, sejumlah warga melarang saat mobil tangki mengisi air.

Sehingga, terjadi tarik menarik selang antara warga dan aparat keamanan.

Saat tarik menarik itu terjadi, kata Welly, seorang ibu terpeleset dan jatuh.

Salah staf Welly mencoba membantu ibu tersebut bangun.

“Orang belum pegang sudah jatuh. Satu ibu terpeleset, namun hendak ditolong, justru dipukul,” katanya.

Welly pun melaporkan kasus dugaan penganiayaan itu ke Polsek Amanuban Selatan.

“Ini baru selesai visum. Kami sudah buat laporan, karena staf saya alami penganiayaan,” jelasnya.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BERITA PILIHAN EDITOR :

Baca juga: Ayah Pacari Anak Tiri, Dilayani Bertahun-tahun Tanpa Ketahuan Istri, Cinta Terlarang Berakhir Pilu

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Pagi Pukul 07.45, Seorang Wanita Tewas Tertabrak Mobil hingga Kakinya Terlindas

Baca juga: Jemput Istri yang Selingkuh, Suami Sah: Prianya Ancam Saya Pakai Pisau Tak Boleh Bawa Istri Saya

TONTON JUGA :

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Viral Video Seorang Ibu dan Remaja Dianiaya Oleh Satpol PP: Ditendang, Dibanting Hingga Terkapar

https://aceh.tribunnews.com/2020/10/15/viral-video-seorang-ibu-dan-remaja-dianiaya-oleh-satpol-pp-ditendang-dibanting-hingga-terkapar

Penulis: Yeni Hardika

Editor: Amirullah

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved