Breaking News:

UU Cipta Kerja

SBY: Saya Sudah Ketemu Presiden Jokowi dan Klarifikasi, Tuding Ada Lingkar Presiden yang Fitnah

Merasa terpojok dengan selentingan kabar yang menyebutkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan satu di antara

Editor: Aswin_Lumintang
antara
Susilo Bambang Yudhoyono 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Merasa terpojok dengan selentingan kabar yang menyebutkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan satu di antara dalang yang ikut mengatur dan mendanai demo mahasiswa dan buruh terkait Undang-Undang Cipta Kerja.

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Maka Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun angkat bicara mengenai polemik Undang-undang Cipta Kerja.

Termasuk soal tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya sebagai dalang demo UU Cipta Kerja yang berlangsung di sejumlah daerah Indonesia.

Namun SBY mengatakan bukan kali ini saja di era pemerintahan Jokowi dirinya dituduh dalam kerusuhan dalam aksi unjuk rasa.

Menurut SBY, pada Aksi Bela Islam pada 4 November 2016 lalu dirinya juga dituduh membiayai aksi tersebut.

Terkait tuduhan dalang aksi penolakan UU Cipta Kerja yang ramai di media sosial, SBY meminta pejabat negara untuk menyebut pihak yang menjadi dalang sebenarnya agar tidak menimbulkan kabar bohong di masyarakat.

"Kalau memang menggerakan, menunggangi, membiayai, dianggap negara kejahatan dan melanggar hukum. Hukum harus ditegakkan, lebih baik disebutkan, kalau tidak negaranya membuat hoaks," papar SBY dalam akun Youtube miliknya, Jakarta, Senin (12/10/2020) malam.

Baca juga: CHORD Gitar dan Lirik Lagu 22 Januari - Iwan Fals, Jalan Berdampingan Tak Pernah Ada Tujuan

Baca juga: Kisah Pilu Bocah 9 Tahun, Tak Mau Lepaskan Pelukan dari Jenazah Sang Ibu, 2 Tahun Ditelantarkan Ayah

Baca juga: Dapat Ijin Masuk Kamar Dinar Candy, Sapri Pantun Beli Celana Dalam: Tapi yang Lagi Dipakai

Di kesempatan itu, SBY juga mengungkapkan fitnah yang ditujukan kepada dirinya pada empat tahun lalu, yakni dituduh sebagai pihak penggerak Aksi Bela Islam atau Aksi 411 pada 4 November 2016.

"Ini cerita klasik ini. Mereka ingin dapatkan kredit, tetapi dengan cara merusak nama baik orang lain, menjatuhkan orang lain, meskipun belum tentu berhasil cara-cara itu," papar SBY.

"Saya tahu. Mengapa saya tahu? Karena ketika ada seseorang yang membawa berita itu kepada pemimpin kita, presiden kita, ada juga saksinya di situ yang kaget sekali dan belakangan setelah lewat prahara itu, dia menyampaikan kepada saya," sambung SBY.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved