Breaking News:

Pilkada Boltim

Pasangan Sahrul-Oskar Serahkan Rekening Khusus Kampaye ke KPU Boltim, Dana Awal Rp 500 Ribu

Sebelum menggelar kampanye, tiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Boltim tahun 2020 telah menyerahkan Rekening Khusus Dana Kampanye.

Penulis: Siti Nurjanah | Editor:
sitti nurjanah/tribun manado
Kepala Divisi Teknis Penyelenggara Abdul Kader Bachmid 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Sebelum menggelar kampanye, tiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Boltim tahun 2020 telah menyerahkan Rekening Khusus Dana Kampanye (RKDK) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boltim.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU Boltim Abdul Kader Bachmid menjelaskan, masing-masing paslon baru memasukan rekening pembukaan, untuk nominalnya mulai dari Rp 500 hingga Rp 1 juta.

"RKDK adalah dasar untuk Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) yang nantinya akan mengacu ke RKDK. Dan masing-masing paslon akan daftar secara online, ada manual juga tapi setelah itu harus didata secara online," ujarnya.

Ia menambahkan, alasan dibuat rekening seperti itu agar supaya penyumbang baik perseorangan maupun badan hukum ataupun parpol menyumbang langsung membwrikan atau menyalurkan sumbangannya direkening tersebut.

"Jadi rekening itu diperuntukan untuk kampanye selama 71 hari. Setelah itu mereka melakukan pencatatan terkait sumbangan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK), setelah merekap LPSDK tercatat kemudian terakhir Laporan Penerimaan Dana Kampanye (LPPDK) itu adalah pertanggung jawaban akhir, dan itu yang akan dibantu oleh yang namanya Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan mengeluarkan hasil akhir LPPDK berdasarkan LPSDLADK," ucapnya.

Ia menambahkan, Setelah menyampaikan LDAK, pasangan calon wajib menyampaikan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) Pilkada 2020. 

"Barulah setelah itu menyampaikan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK)," ucapnya.
Lanjutnya, sebelumnya pihak KPU sudah menggelar rakor bersama para penghubung paslon atau LO terkait dana kampamye, ada pembatasan terkait penggunaan dana kampanye.

"Jadi kita sepakati bersama, dan sesuai kesepakatan, selama kampanye 71 hari kita sudah buat sprti rencana kegiatan dan nominal, selama 71 hari kurang lebih Rp 12 miliar. Tidak mencapai angka tersebut pum tidak menjadi persoalan, karena angka tersebut adalah angka maksimal," jelasnya.

Ia menjelaskan, terkait dengan dana kampanye ini penting sesuai dengan PKPU 5 dan PKPU 12.

"Di mana pertama kami tetapkan berita acara terkait dengan penerimaan LADK, kemudian kami menerbitkan SK pembatasan terkait dengan batasan kegiatan mereka terkait dengan kampanye," ucapnya.

Sementara itu, Uling sapaan akrab penghubung paslon/LO mengatakan, SSM-Oppo telah memadukan RKDK dengan nominal awal Rp 500 ribu.

"Itu dana awal pembukaan rekening, kalau untuk keseluruhan hingga saat ini kami belum melakulan rekap," ucapnya.

Pihaknya akan merekap setelah selesai satu kali periode kampanye.

"Kampanye inu ada berapa kali periode dalam jadwal, nah satu kali periode atau sebulan kita rekap kemudian serahkan ke KPU hasil rekapannya. Kemungkinan akhir Oktober," jelasnya. (ana)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved