RHK
RENUNGAN HARIAN KELUARGA - Hewan Dibawa Tanggungjawab Manusia
HIDUP ini saling ketergantungan satu dengan yang lain termasuk binatang di sekitar kita. Bahkan saat kita menolong tapi da saat juga kita ditolong
RHK Jumat, 9 Oktober 2020
Kejadian 2:19-20
:Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.
Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia."
------------------------------------------
HIDUP ini saling ketergantungan satu dengan yang lain termasuk binatang di sekitar kita. Bahkan saat kita menolong tapi da saat juga kita ditolong walaupun kita memahami bahwa Penolong utama adalah Tuhan Allah.
Bacaan kita hari ini Kejadian 2:19-20 berkata:Tuhan membentuk dari tanah segala bintang hutan dan burung di udara. Lalu Adam memberi nama kepada mereka dan ayat 20 menyatakan “…tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.” Penolong yang sepadan artinya sebagai sahabat, partner yang mendukung dan melengkapi Adam untuk menggenapi visi Allah tersebut. Penolong yang sepadan adalah penolong yang seimbang dan sederajat serta saling melengkapi satu dengan yang lainnya menghargai satu dengan yang lain. Binatang juga diciptakan Tuhan dalam rangka memberikan pertolongan kepada manusia. Sekalipun binatang ini bukan penolong yang sepadan tetapi perannya sebagai penolong tidak berubah.
Bagaimana binatang itu menjadi penolong manusia? Ketika teknologi modern belum menyentuh masyarakat petani, peran binatang tertentu sangat terasa sebagai penolong untuk meringankan pekerjaan yang berat di bidang pertanian dan masalah transportasi jarak jauh. Begitu pula ada binatang tertentu menjadi sumber protein bagi manusia yang ketika dikonsumsi secukupnya membawa kesehatan dan kekuatan fisik manusia. Karena itu sangatlah tidak pantas bila manusia memperlakukan binatang dengan semena-mena seperti halnya memburu binatang hanya untuk membuktikan kehebatan atau menembak burung hanya sekedar untuk menguji kepiawaian menembak.
Sebagai keluarga perlu mengajarkan kepada anak untuk tidak memanfaatkan binatang sebagai permainan yang menyenangkan, karena menyiksa binatang tersebut. Hak untuk berkuasa atas binatang (pemberian nama) yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah dalam rangka untuk meng-usahakan dan memelihara taman. Oleh sebab itu kita diajak untuk mengarahkan anak-anak kita untuk memanfaatkan binatang yang ada di sekeliling kita sesuai dengan kegu-naannya. Amin.
DOA: Bapa, ajarlah kami untuk selalu memanfaatkan ciptaan Tuhan secara bertanggung-jawab dan memelihara lingkungan alam di sekitar kami sebagai jawaban iman kepada–Mu. Amin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-harian-kristen-rela-menderita-orang-kristen-sejati-pasti-melewati-penderitaan.jpg)