Virus Corona di Gedung Putih Amerika Serikat Menyebar, Selain Donald Trump Ada 34 Staf Terinfeksi

Selain jumlah staff yang telah terinfeksi Covid-19, memo itu juga mencatat bahwa penasihat senior presiden termasuk di antara mereka yang terinfeksi

Editor: Finneke Wolajan
AP/Alex Brandon
Donald Trump 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menurut memo internal pemerintah Amerika Serikat (AS), ada "34 staf Gedung Putih dan kontak lainnya" yang telah terinfeksi virus corona dalam beberapa hari terakhir.

 Dilansir dari ABC News pada Kamis (8/10/2020), Covid-19 diindikasi telah menyebar di antara lebih banyak orang daripada yang diketahui sebelumnya yang terjadi di lingkaran pejabat pemerintahan Amerika.

Tertanggal 7 Oktober 2020, memo itu diperoleh ABC News, yang didistribusikan di antara para pemimpin senior di Badan Penanggulana Bencana Federal (Federal Emergency Management Agency/FEMA).

Donald Trump
Donald Trump (https://makassar.terkini.id/)

FEMA adalah sebuah cabang dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dan badan yang bertanggung jawab untuk mengelola respons nasional yang berkelanjutan terhadap bencana kesehatan masyarakat, termasuk pandemi Covid-19.

Selain jumlah staff yang telah terinfeksi Covid-19, memo itu juga mencatat bahwa penasihat senior presiden termasuk di antara mereka yang terinfeksi.

Hope Hicks dan Stephen Miller, keduanya asisten senior presiden, yang telah dinyatakan positif virus corona dalam beberapa hari terakhir.

Angka-angka baru tersebut menggarisbawahi krisis yang berkembang di Gedung Putih dan sejauh mana pejabat pemerintah menutupi informasi tentang penyebaran virus corona, dari publik.

ABC News sebelumnya melaporkan bahwa total 24 asisten Gedung Putih dan kontak mereka telah terjangkit virus corona tersebut.

Namun, tidak jelas dalam memo FEMO itu tentang jumlah orang terinfeksi lebih besar dari apa yang dimaksud dengan "kontak lain".

Ketika Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada Selasa (7/10/2020), dia segera melepas maskernya sebelum memasuki gedung, yang kemudian memicu kekhawatiran bahwa perilakunya dapat membahayakan staf, pekerja kompleks, dan agen Dinas Rahasia.

Pada Selasa, Direktur Komunikasi Gedung Putih Alyssa Farah mengatakan Gedung Putih "mengambil tindakan pencegahan" untuk mengendalikan penyebaran virus corona dan agar mereka yang masih bekerja di Sayap Barat gedung "merasa nyaman".

Namun, pada Rabu, muncul foto yang menunjukkan beberapa asisten Gedung Putih berinteraksi dalam jarak dekat satu sama lain tanpa masker.

Dalam pemberitaan kompas.com sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) telah dilabeli sebagai “superspreader” yang bertanggung jawab atas menyebaran virus corona di Gedung Putih.

Label “superspreader” tersebut diberikan oleh profesor medis dari George Washington University, Jonathan Renier, sebagaimana dilansir dari The Independent, Rabu (7/10/2020).

Terbaru, penasihat senior Gedung Putih, Stephen Miller, menyatakan diri terinfeksi virus corona setelah dites.

Renier mengatakan kepada CNN bahwa dia curiga kalau Trump sebenarnya adalah “pasien nol”.

"Saya pikir POTUS (Presiden AS Trump) terinfeksi virus corona setidaknya selama sepekan sebelum dia dirawat di rumah sakit. Saya pikir dia adalah superspreader,” kata Renier.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Memo Internal Pemerintah AS: Ada 34 Staf Gedung Putih Terinfeksi Covid-19"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved