Breaking News:

Penanganan Covid

Pandemi Covid-19, BP2MI Pulangkan 162 Pekerja Migran Indonesia ke Tanah Air

Pemulangan ribuan PMI difasilitasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). BP2MI sendiri mengurusi PMI sejak tiba di debarkasi.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
Fernanado Lumowa/tribun manado
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) masih terus melakukan fasilitasi pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di tengah pandemi Covid-19.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, hingga pekan ini sudah 162 ribu PMI yang dipulangkan ke Tanah Air.

"Termasuk di dalamnya 318 jenazah PMI kita pulangkan. Jika ada yang sakit, dirawat di RS," kata Brani, sapaannya usai rapat Satgas Pemberantasan Sindikat Pengiriman Ilegal Pekerja Migran secara virtual bersama UPT BP2MI se-Indonesia di Hotel Quality Manado, Rabu (07/10/2020) sore.

Pemulangan ribuan PMI itu difasilitasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). BP2MI sendiri mengurusi PMI sejak tiba di debarkasi (bandara atau pelabuhan) diurusi BP2MI ke tempat asal.

Berdasar data di sistem BP2MI, tercatat ada 3,7 juta PMI yang tersebar di 150-an negara.

Data ini berbeda dari catatan World Bank (Bank Dunia), ada sedikitnya 9 juta Pekerja Migran asal Indonesia.

Terkait perbedaan data ini, Brani bilang ada 'gap' sangat besar 5 jutaan pekerja yang tidak tercatat di BP2MI.

Menurutnya, pekerja migran itu berangkat secara ilegal alias tak tercatat di BP2MI.

Para pekerja migran yang tak tercatat itu berisiko menimbulkan persoalan.

"Jika mereka tidak tercatat by name by adress, negara penempatannya di mana, sektor pekerjaannya apa. Otomatis mereka berada di luar radar pengawasan negara," katanya.

Lanjutnya, mereka yang berangkatnya ilegal konsekuensinya bisa saja negara tak memberi perlindungan ketika terjadi masalah.

"Biasanya, negara biasanya hadir ketika mereka kena masalah dan melapor ke KBRI. Negara baru mengadvokasi, bagaim memberikan perlindungan, pendampingan hukum dan memulangkannya ke Indonesia," kayanya.

Jutaan PMI tersebar di 150-an negara dengan penempatan terbesar di Malaysia lalu diikuti negara-negara Timur Tengah, Taiwan, Hong Kong dan Tiongkok. (ndo)

Polres Minsel Berhasil Bongkar Kasus Prostitusi Online di Wilayah Amurang

12 Warga Bolsel Positif Covid-19 Tanpa Gejala, Dinas Kesehatan: Bahkan Tak Ada yang Masuk RS

Dewi Perssik Beri Hadiah Honeymoon & Pinjamkan Rumah Tempat Pernikahan Mantan Suaminya Aldi Taher

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved