Breaking News:

Kasus Kursi Kosong Najwa Shihab Ditolak Polisi, Nana Tantang Dewan Pers dan Aparat

Keberadaan Najwa Shihab sebagai jurnalis, terkait tudingan yang diarahkannya bahwa aksinya telah mempermalukan Presiden Joko Widodo selaku lambang

Editor: Aswin_Lumintang
YouTube Najwa Shihab
Menkes Terawan di acara Mata Najwa 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Keberadaan Najwa Shihab sebagai jurnalis, terkait tudingan yang diarahkannya bahwa aksinya telah mempermalukan Presiden Joko Widodo selaku lambang negara, saat mewawancarai kursi kosong, yang merupakan sindiran atas ketidakhadiran Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa Trans7, Rabu (26/08/20).
Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa Trans7, Rabu (26/08/20). (YouTube Najwa Shihab)

Singkatnya, aksi Najwa Shihab yang memawancarai kursi kosong dalam sebuah acara talk show di salah satu televisi swasta mendapatkan kritik dari beberapa pihak, khususnya pendukung pemerintahan.

Najwa dianggap mempermalukan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang merupakan representasi dari pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Najwa kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait wawancara kursi kosong dalam program Mata Najwa oleh Relawan Jokowi Bersatu.

Namun, polisi menolak laporan itu kemudian meminta agar laporan ditujukan ke Dewan Pers. 

Kader PSI, Charlie Wijaya, ikut mengomentari hal ini.

Menurutnya penolakan polisi tersebut sudah sesuai koridor. 

"Karena ini produknya media, Polisi pasti mengarahkan nya ke Dewan Pers untuk dinilai, Biarkan Dewan Pers yang menilai. Apa kah yang disajikan melanggar atau tidak melanggar," ujarnya, Selasa (6/10/2020).

"Semoga Dewan Pers dapat memaklumi. Karena Rakyat Indonesia sangat menanti Pak Menkes Terawan untuk hadir di acara Ibu Najwa Shihab. Saat acara #MataNajwaMenantiTerawan beberapa hari yang lalu di acara Mata Najwa."

Respons Najwa

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved