Perang Dunia
Provokasi Perang Dua Negara, Presiden Rusia Erdogan Ingin Azerbaijan Terus Serang Armenia
Erdogan bahkan menegaskan Turki siap memberikan bantuan kepada Azerbaijan demi memuluskan hal itu.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua negara yakni Azerbaijan dan Armenia kini sedang berperang.
Keduanya memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh.
Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki mengungkapkan dirinya ingin agar Azerbaijan terus menyerang Armenia
Erdogan mengungkapkan daerah sengketa itu harus secepatnya dibebaskan dari okupasi Armenia.
Erdogan bahkan menegaskan Turki siap memberikan bantuan kepada Azerbaijan demi memuluskan hal itu.
• Kisah Putra DN Aidit, Rumahnya Dijarah Setelah Peristiwa G30S/PKI: Seakan Terkena Kutukan Ayah
• Ramalan Cinta Senin 5 Oktober 2020, Libra Terjadi Pertengkaran dengan Kekasih, Leo Situasi Rumit
“Saudara kita Azerbaijan meluncurkan operasi untuk melindungi tanahnya dan menyelamatkan Karabakh. Tentara Azerbaijan menyelamatkan banyak kota dari okupasi,” tutur Erdogan seperti dilaporkan Haberturk.
“Turki berpegang pada persahabatan dan persaudaraan dengan Azerbaijan. Pertempuran ini akan berlanjut hingga Karabakh bisa terbebas dari penjajahan,” lanjutnya.
Pertempuran di Nagorno-Karabakh telah berlangsung sejak 27 September lalu, di mana tantara Azerbaijan menyerang kota itu dari arah Utara, Selatan dan tenggara.
Pemerintah Armenia kemudian memberlakukan hukum darurat perang dan memobilisasi rakyatnya untuk angkat senjata.
Erdogan sejak awal memberikan dukungannya kepada Azerbaijan. Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev pun berterima kasih kepada Erdogan atas dukungannya.
“Pernyataan Anda yang terbuka dan kuat sekali lagi menunjukkan bahwa Azerbaijan tak sendiri untuk mempertahankan haknya,” kata Aliyev.
Armenia sendiri mengungkapkan pihaknya siap melakukan gencatan senjata, dan meminta bantuan Rusia, Prancis dan Amerika Serikat (AS) untuk menjadi perantara.
Nagorno-Karabakh menjadi daerah sengket Azerbaijan dan Armenia setelah merdeka dari Uni Sovyet.
Meski berada di wilayah Azerbaijan, Nagorno-Karabakh dihuni sebagian besar oleh etnis Armenia, yang membuat Armenia merasa berhak memilikinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tayyip-erdogan-1.jpg)