News Analisis

Bukti Perhatian Untuk Nusa Utara

Andi Silangen yang di daulat sebagai Ketua DPRD setidaknya mempunyai nilai bergaining kebijakan anggaran untuk dibawa ke nusa utara.

Penulis: Hesly Marentek | Editor: Rizali Posumah
ISTIMEWA
Josef Kairupan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON -- Pengamat Politik Josef Kairupan menilai ditunjuknua Fransiskus Silangen menggantikan Andrei Angouw (AA) sebagai Ketua DPRD menjadi langkah yang tepat.

Dikarenakan dengan kehadiran Perwakilan dari nusa utara menjadi ketua DPRD Sulut, dapat dikatakan merupakan suatu nilai tawar yang baik.

Termasuk untuk memurnikan isu yang selama ini berkembang bahwa ODSK kurang memperhatikan wilayah nusa utara.

"Sebagai daerah Kepulauan dan daerah terluar yang berbatasan langsung dengan negara filipina, memerlukan perhatian lebih dalam pemerataan pembangunan infrastruktur," katanya.

Untuk itu, Andi Silangen yang di daulat sebagai Ketua DPRD setidaknya mempunyai nilai bergaining kebijakan anggaran untuk dibawa ke nusa utara.

Sehingga hal ini setidaknya memberikan outcome langsung bagi rakyat nusa utara, dan diharapkan dapat meraih dukungan lebih untuk peningkatan elektabilitas ODSK.

"Karena jika digabungkan suara Nusa Utara setidaknya dapat menyumbang sebesar 12,51 persen suara berdasarkan data pemiku 2019 lalu," terang Dosen Fispol Unsrat ini.

Disisi lain, dijelaskan Kairupan, perwakilan nusa utara sendiri belum pernah menduduki sebagai top legislatif Sulut, sehingga hal ini bisa saja memberikan eforia tersendiri bagi warga nusa utara yang akan mendukung untuk pemerintahan ODSK kedepannya.

"Mungkin agak berbeda dengan BMR yang lebih berkerinduan ada perwakilan Sekprov sebagai jabatan karier tertinggi di daerah," ujarnya

Adapun jika ditinjau lebih jauh terhadap lawan politik OD-SK yang sama-sama bertarung di Pilgub, dimana ada salah satu paslon yabg mengakomodir cawagub dari BMR masih ada kekhawatiran jangan sampai paslon ini jika nantinya terpilih tidak akan harmonis.

"Mengingat 2 periode kepemimpinan CEP di Minsel tidak pernah harmonis dengan wakilnya. Ditambah lagi paslon ini merupakan gabungan dari dua tokoh parpol, yang tentu saja memiliki ego masing-masing untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan," terang Kairupan.

Berbeda dgn ODSK yang kedua-dua nya merupakan kader partai yang sama, sehingga kecil kemungkinan akan terjadi pecah kongsi saat terpilih dan menjalankan pemerintahannya.

"Hal ini telah dibuktikan sampai mendekati akhir jabatan ODSK tetap kompak dan bersinergi bahkan tetap sebagai paslon untuk maju sebagai cagub dan cawagub. Serta ini menjadi nilai tersendiri bagi ODSK, sehingga akan ada kecenderungan nilai elektabilitas ODSK terdongkrak baik di nusa utara maupun di BMR," tandas Kairupan. (hem)

Eksportir Ungkap Peran Besar Olly Dondokambey, Ikan Nila Sulut Masuk Jepang

Pemerintah Dinilai Manfaatkan Momen Pandemi Covid-19 untuk Membuat Kebijakan Tidak Pro Rakyat

Pemkot Kotamobagu Akan Hitung Target PBB

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved