G30S PKI

Sosok Katamso Darmokusumo, Pahlawan Nasional yang Tak Setuju Adanya PKI, Diculik & Dibunuh

Katamso Darmokusumo memimpin pasukan untuk mengusir Belanda pada saat terjadi Agresi Militer Belanda.

Editor:
Merdeka.com
Katamso Darmokusumo 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/PKI tahun 1965 memang menyisakan duka yang mendalam.

Peristiwa yang dikenal sebagai sejarah kelam di Indonesia ini memakan banyak korban jiwa.

Salah satunya Katamso Darmokusumo, ia merupakan salah satu korban dalam peristiwa G30S/PKI.

Katamso Darmokusumo merupakan pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Sragen pada 5 Februari 1923.

Ia meninggal dunia pada 1 Oktober 1965 di Yogyakarta.

Katamso Darmokusumo memimpin pasukan untuk mengusir Belanda pada saat terjadi Agresi Militer Belanda.

Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, berbagai peristiwa di dalam maupun luar negeri banyak terjadi.

Kemudian ketika kemerdekaan Indonesia diakui di mata internasional, terjadi pemberontakan Batalyon 426 yang berada di Jawa Tengah.

Katamso Darmokusumo diberikan tugas untuk melumpuhkan pemerberontakan tersebut bersama pasukannya.

Di Biografi Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo menginformasikan bahwa pada 1963 Katamso Darmokusumo diberikan tugas sebagai Komandan Korem 072 Kodam VII/Diponegoro.

Kodam yang dipimpin oleh Katamso Darmokusumo terletak di Yogyakarta.

Pada saat itu PKI telah menyebar di kalangan masyarakat, bahkan PKI mengincar para pemuda berintelektual untuk bergabung dengan PKI dan menjadi kekuatan PKI.

Katamso Darmokusumo
Katamso Darmokusumo (Merdeka.com)

Katamso Darmokusumo yang mengetahui penyebaran PKI semakin meluas di Solo, membuat Katamso Darmokusumo melakukan pembinaan kepada mahasiswa di Solo, dan diberikan pelatihan militer agar meningkatkan kecintaan kepada Republik Indonesia.

PKI tidak hanya membunuh perwira yang berada di Jakarta, namun PKI juga membunuh para perwira yang berada di daerah, termasuk di wilayah Kodam VII/Diponegoro.

Halaman
12
Sumber: TribunnewsWiki
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved