Breaking News:

Aprindo

Pandemi Covid-19, Transaksi Pembayaran Digital Ritel di Sulut Naik 25 Persen

Pandemi Covid-19 mengubah perilaku masyarakat. Salah satunya di bidang sistem pembayaran. Masyarakat kini lebih memilih pembayaran digital

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Suasana pelayanan pelanggan FreshMart Superstore. Transaksi pembayaran digital ritel di Sulut meningkat hingga 8 persen di masa pandemi Covid-19. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pandemi Covid-19 mengubah perilaku masyarakat. Salah satunya di bidang sistem pembayaran. Masyarakat kini lebih memilih pembayaran digital alias nontunai.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sulut mencatat, transaksi digital di masa pandemi meningkat.

Ketua Aprindo Sulut Andy Sumual mengatakan, transaksi digital dipilih masyarakat karena lebih aman.

"Dengan pembayaran nontunai, lebih sehat dan aman di tengah pandemi Covid-19," kata Sumual kepada Tribun Manado, Rabu (30/09/2020).

Bupati Yasti: BMR Lebih Butuh Sekprov, Wagub Hanya Ban Serep

Siltap, TKD dan Gaji THL di Minut Dipastikan Terbayar di Pergeseran Anggaran Tahun Ini

4 Fraksi DPRD Setujui Ranperda Perubahan APBD 2020 Bolmut, Ini Kata Wabup Amin Lasena

Ia menjelaskan, jika sebelum pandemi transaksi digital sekitar 15-18 persen dari total transaksi, di masa pandemi menjadi 20-25 persen.

"Jadi ada kenaikan sekitar 5-8 persen," kata Sumual yang notabene Presdir FreshMart Superstore ini.

Terpisah, Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat mengatakan, pada kuartal 2 tahun 2020, aktivitas transaksi e-commerce Rp 55,9 triliun di Indonesia.

Jalan Tol Manado-Bitung Telah Diresmikan, Medy Lensun Apresiasi Kinerja ODSK

"Nominal transaksi e-commerce pada April 2020 menurun sebesar 12,6 persen (mtm) namun volume transaksi naik 11 persen," ujar Arbonas dalam Merchant Gathering Sulut tahun2020 di Four Points by Sheraton Manado, Rabu (30/09/2020).

Arbonas bilang, salah satu pendorong pertumbuhan volume tersebut adalah makin tingginya kesadaran masyarakat terhadap  e-commerce.

Di sisi digital payment, pasar digital payments (pembayaran digital) diproyeksikan akan terus tumbuh di kisaran 9-17 persen di tahun 2020-2023.

Khusus di Sulut sendiri, transaksi e-commerce pada Kuartal I juga menurun sebesar 12,6 (qtq) namun meningkat kembali pada kuartal II sebesar 43,6 persen. (qtq).

Wamendag Jerry Sambuaga Siap Kunjungi IKM-UMKM di Taman God Bless Park Pada 3 Oktober

"Pada kuartal kedua 2020 terjadi pertumbuhan 31 persen," katanya.

Pembayaran di e-commerce didominasi oleh transaksi nontunai yaitu sebesar 75 persen di kuartal I dan meningkat menjadi 79 persen di kuartal II 2020.

BI berharap tren pembayaran digital dan e-commerce ini bisa terus meningkat demi terwujudnya transaksi yang sehat dan aman.

"Semoga ketika pandemi berakhir, sistem pembayaran digital telah menjadi kebiasaan, habit di tengah masyarakat," kata Arbonas.(ndo)

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, AA-RS Deklarasi Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved