Breaking News:

Update Virus Corona Indonesia

Para Dosen dan Guru Prioritas Disuntik Vaksin Covid-19, Rencananya Akhir Tahun Ini

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Editor: Alexander Pattyranie
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Graha BNPB, Matraman, Jakarta, Senin (02/02/2020). 

Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto, Senin (28/9/2020).

Dengan adanya Perpres tersebut, akan ada pelacakan pemberian vaksin

untuk mengetahui evektivitas vaksin tersebut dalam melawan Covid-19.

"Di mana nanti vaksin itu perlu tracing, siapa yang mendapatkan dan bagaimana

efektivitasnya, dan juga ada kebutuhan dana vaksin yang sudah disiapkan

tahun ini sebesar Rp 3,8 triliun dan APBN 2021 disipakan Rp 18 triliun," beber Airlangga.

Vaksin gratis dan vaksin mandiri

Pemerintah telah memutuskan dua jenis vaksin yang akan

diberikan kepada masyarakat.

Yaitu, vaksin bantuan pemerintah yang sifatnya gratis, dan vaksin

mandiri yang harus dibeli masyarakat yang mampu.

tribunnews
()Foto yang diambil pada 6 Agustus 2020 dan disediakan oleh Dana Investasi Langsung Rusia ini memperlihatkan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya. (HANDOUT / RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND / AFP)

Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Nasional Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah masih mematangkan

skema vaksin mandiri yang harus dibeli masyarakat mampu.

"Skema mandiri sedang kami matangkan."

"Oleh karena itu, skema mandiri ada yang sifatnya individual, dan ada yang

mengusulkan dari sektor korporat mereka membeli secara berkelompok."

"Ini yang masih akan dibahas, dan Presiden meminta dalam satu minggu

ini bisa dilaporkan," terang Airlangga.

Sementara, vaksin bantuan pemerintah nantinya akan diprioritaskan kepada

petugas pelayanan medis, baik itu dokter, perawat atau tenaga medis lainnya.

"Selain itu juga penerima bantuan iuran (BPJS Kesehatan)," ucapnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajaran kabinetnya

untuk membuat rancangan vaksinasi Covid-19 sedini dan sedetail mungkin.

Hal itu disampaikan Presiden dalam rapat terbatas Laporan Komite

Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2020).

"Saya minta untuk rencana vaksinasi, rencana suntikan vaksin itu direncanakan secara detail, seawal mungkin," perintahnya.

Presiden meminta rancangan tersebut dibuat dalam dua pekan dengan memuat detail waktu, lokasi, pemberi, dan penerima vaksin tahap awal.

"Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail, kapan dimulai, lokasinya di mana, siapa yang melakukan, siapa yang divaksin pertama."

"Semuanya harus terencana dengan baik, sehingga saat vaksin ada, itu tinggal langsung implementasi pelaksanaan di lapangan," bebernya.

Sebelumnya, pemerintah terus berupaya mengadakan vaksin Covid-19 secepat mungkin, baik dengan mengembangkan secara mandiri, maupun bekerja sama dengan negara lain atau perusahaan di luar negeri.

(TribunnewsWiki.com/Restu, Wartakotalive/Fahdi Fahlevi,Taufik Ismail)

BERITA PILIHAN EDITOR :

 Kecelakaan Maut Tadi Pagi, Pengendara Motor Tewas Mengenaskan, Nekat Lawan Arus hingga Tertabrak KRL

 Nia Ramadhani hingga Kini Terbiasa Dilayani, Salahkan Ibunya: Ini Tuh Kesalahan dari Nyokap Gue!

 7 Pundi-pundi Kekayaan Lesty Kejora, untuk Endorse Saja Sekali Posting Rp 50 juta

TONTON JUGA :

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Guru dan Dosen Bakal Menjadi Golongan Pertama yang Dapat Suntik Vaksin Covid-19

Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved