Breaking News
Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Astronaut NASA Akan Ikut Berpartisipasi dalam Pemilu AS dari Luar Angkasa

Rubins dan Shane Kimbrough akan memberikan suara mereka dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Tayang:
(BBC Indonesia)
Bob Behnken (kiri dan Doug Hurley (kanan), dua orang astronot NASA yang baru mendarat kembali di Bumi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Amerika Serikat tahun ini akan melaksanakan pemilihan Presiden.

Ada hal menarik yang terjadi dalam momen Pilpres tersebut yakni Astronaut NASA akan berpartisipasi.

Astronaut NASA sebelumnya juga telah memilih dari luar angkasa.

Dan kini, Rubins dan Shane Kimbrough akan memberikan suara mereka dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Astronaut NASA Kate Rubins kepada Associated Press (AP), Jumat (25/9/2020) mengatakan bahwa dia akan ikut memilih dalam ajang Pilpres AS 2020 dari luar angkasa, yang berjarak lebih dari 200 mil (321.869 kilometer) di atas bumi.

Dokter Bedah Dikejutkan dengan Penemuan Aneh, di Kaki Bocah Ada Sehelai Rambut Bergerak Sendiri

Rubins saat ini masih berada di luar Moskwa, Star City, Rusia menyiapkan diri bersama 2 kosmonaut lainnya untuk diterbangkan ke luar angkasa pada pertengahan Oktober besok.

Rubins dan tim kosmonaut akan berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) selama 6 bulan.

"Saya pikir sangat penting bagi setiap orang untuk memilih," ujar Rubins, "Jika kami bisa melakukannya dari luar angkasa, tentu yang di bumi tidak punya alasan untuk tidak memilih."

Kebanyakan astronaut AS tinggal di Houston, Texas yang mengizinkan mereka untuk memilih dari luar angkasa menggunakan kotak suara elektronik yang aman.

Kontrol Misi meneruskan surat suara ke stasiun luar angkasa dan mengembalikan surat suara yang telah selesai ke petugas daerah.

“Sangat penting untuk berpartisipasi dalam demokrasi kita,” kata Rubins. “Kami menganggap ini suatu kehormatan apabila dapat memberikan suara dari luar angkasa.”

Astronaut NASA sebelumnya juga telah memilih dari luar angkasa. Dan kini, Rubins dan Shane Kimbrough akan memberikan suara mereka dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Rubins sendiri adalah orang pertama yang mengurutkan DNA di luar angkasa, berencana untuk mengerjakan eksperimen kardiovaskular dan melakukan penelitian menggunakan Cold Atom Lab di stasiun luar angkasa.

Saat berada di sana, dia akan merayakan ulang tahun ke-20 keberadaan manusia yang terus-menerus di stasiun luar angkasa, dan menyambut kru misi komersial SpaceX kedua, yang diperkirakan akan tiba pada akhir Oktober.

Disapa Astrid Tiar, Rizky Febian: Seketika Nggak Ada Tulang Badannya

Pengalaman Kru NASA Kembali ke Bumi

Astronot Bob Behnken dan Doug Hurley menggambarkan suara gaduh, hawa panas dan goncangan yang mereka alami saat kembali dari luar angkasa dengan pesawat ruang angkasa Crew Dragon pada hari Minggu.

Behnken menyaksikan awan yang mengalir cepat dari jendela dan merasakan goncangan yang terasa seperti "dipukul dari belakang kursi dengan tongkat bisbol".

Namun Hurley dan Behnken mengatakan bahwa wahana antariksa itu bekerja seperti yang diharapkan.

Wahana itu mendarat di Teluk Meksiko, mengakhiri misi kru komersial pertama ke stasiun ruang angkasa.

"Ketika kami turun dan melewati atmosfer, saya pribadi terkejut dengan betapa cepatnya semua peristiwa itu terjadi.

"Sepertinya hanya beberapa menit kemudian, setelah deorbit burn (tembakan dari mesin pesawat ruang angkasa untuk memungkinkannya memasuki kembali atmosfer Bumi) selesai, kami dapat melihat ke luar jendela dan melihat awan melintas," katanya pada siaran konferensi pers dari NASA Space Center NASA di Houston, Amerika Serikat.

"Begitu kami turun sedikit ke atmosfer, Dragon benar-benar menjadi hidup. Wahana itu mulai menembakkan pendorong (thrusters) dan membuat kami menuju ke arah yang tepat.

"Suasana mulai bising- Anda dapat mendengar suara gemuruh di luar pesawat. Ketika kendaraan mencoba mengendalikan situasi, Anda merasakan sedikit getaran dalam tubuh Anda.

"Kami bisa merasakan gerakan-gerakan kecil rolls, pitches, dan yaws (gerakan pesawat seperti mengangguk, berputar, dan menggeleng) - semua gerakan kecil itu kami rasakan dalam pesawat."

Ketika pesawat ruang angkasa itu - yang dinamai Endeavour oleh krunya - melalui atmosfer, kebisingan meningkat dan mesin pendorong mulai menembak terus menerus.

"Saya memang merekam beberapa audio tetapi suaranya tidak terdengar seperti mesin, tapi seperti binatang," kata Behnken.

Selama perjalanan kembali dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), modul kru harus terpisah dari bagian yang disebut trunk, yang terdiri dari panel surya dan radiator penghilang panas.

"Semua peristiwa pemisahan, mulai dari pemisahan trunk hingga penembakan parasut, sangat mirip rasanya seperti dipukul dari belakang kursi dengan tongkat bisbol," kata Bob Behnken.

"Pemisahan trunk terasa cukup mudah, tetapi dengan parasut, goncangannya cukup signifikan."

Behnken juga menggambarkan rasa "panas" yang dia rasakan di dalam kapsul. Dia memuji para insinyur yang bekerja di pesawat ruang angkasa Dragon Crew, "Saya tidak bisa mengatakan tentang betapa baiknya tim SpaceX melatih kami," katanya.

Setelah pendaratan pada hari Minggu, sejumlah kapal pribadi mendekati Dragon, yang turun di laut lepas Pensacola, Florida.

Mereka yang ada di kapal pribadi itu diminta untuk pergi di tengah kekhawatiran adanya bahan kimia berbahaya yang dikeluarkan dari sistem propulsi kapsul.

Hurley mengatakan mereka tidak mengetahui ada kapal itu saat mereka masih duduk di kapsul karena tanda hangus di jendela.

"Anda bisa melihat saat itu adalah siang hari, tapi selain itu sangat sedikit yang bisa kami lihat," katanya.

Hurley mengatakan pengalaman itu "adalah salah satu penghormatan sejati sepanjang hidup saya, tetapi tentu saja, karier profesional saya".

Dirilis 51 Tahun Lalu, Berikut Kisah di Balik Album The Beatles Abbey Road Tersebut

NASA mempercayakan perjalanan astronot ke dan dari ISS ke perusahaan swasta, yaitu SpaceX dan Boeing.

Sejak pensiunnya pesawat ulang-alik pada tahun 2011, Amerika Serikat tidak memiliki pesawat yang dapat meluncurkan astronot dari negaranya.

Dalam tahun-tahun berikutnya, Amerika membayar jutaan dolar per kursi pada Rusia untuk menerbangkan kru AS dengan Soyuz.

Selama misi ulang-alik terakhir - STS-135 - pada tahun 2011, para kru meninggalkan bendera AS di stasiun ruang angkasa dengan maksud agar kru AS berikutnya, yang terbang dengan wahana ruang angkasa AS, dapat mengembalikan bendera itu ke Bumi.

Sembilan tahun kemudian, Hurley dan Behnken telah membawa kembali barang simbolis itu, yang juga terbang pada misi pesawat ulang-alik pertama pada tahun 1981.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kosmonaut NASA Akan Ikut Pemilu AS di Luar Angkasa

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved