Breaking News:

Airlangga: Dana Pemulihan Ekonomi Nasional Sudah Terserap Rp 254 Triliun

Secara persentase, dana PEN yang terserap antara lain sektor kesehatan sebesar 96 persen

Biro Pers Sekretariat Presiden
Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 695 triliun akan terserap seluruhnya hingga akhir tahun ini.

Saat ini, penyerapan dana PEN telah mencapai 30,9 persen atau sebesar Rp 254 triliun. "Kemudian, kami melihat bahwa beberapa sektor yang terkait dengan PEN, tadi sudah disampaikan bahwa sektor-sektor tersebut yang sekarang penyerapannya 30,9 persen atau Rp 254 triliun. Di akhir tahun, outlooknya akan terserap semua," katanya secara virtual melalui akun Instagram PerekonomianRI, Jumat (25/9/2020).

Secara persentase, dana PEN yang terserap antara lain sektor kesehatan sebesar 96 persen, perlindungan sosial 119 persen, kementerian/lembaga serta pemerintah daerah 67 persen, UMKM 100 persen, korporasi 92 persen, dan investasi usaha 100 persen. Dengan melakukan realokasi secara dinamis, anggaran yang dirasa berlebih dan tidak mungkin terserap di satu program segera direalokasi ke program lain yang tingkat penyerapannya sudah lancar.

“Kami melakukan ini dengan prinsip agar peningkatan serapan semaksimal mungkin, sehingga diharapkan dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, utamanya kelas menengah ke bawah sekaligus menjadi penyangga ekonomi nasional," katanya.

Lebih lanjut Airlangga mengatakan, tren perbaikan ekonomi pun diprediksi terjadi di kuartal ketiga, dibanding capaian kuartal kedua di angka minus 5,3 persen.

Indikator lain seperti data penjualan, kegiatan manufaktur, perkantoran, hingga kegiatan di pasar, semuanya juga menunjukkan perbaikan sejak bulan Juli 2020 lalu. Tren dan capaian positif tersebut menurutnya tak lepas dari kebijakan stimulus pemerintah melalui program kesehatan, bantuan sosial, bantuan kepada dunia usaha, UMKM, dan sektor padat karya. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved