Breaking News:

Lindungi 36 Ribu Petani dalam Program Pesona, Gubernur Sulut Raih Rekor Dunia MURI

Gubernur Sulut Olly Dondokambey meraih Rekor Dunia MURI sebagai Penyelenggara Jaminan Sosial Perlindungan bagi Buruh Tani & Petani Penggarap Terbanyak

fernando lumowa/tribun manado
Gubernur Sulut, Olly Dondokambey menerima Piagam Rekor Dunia MURI sebagai Penyelenggara Perlindungan Sosial bagi Buruh Tani dan Petani Penggarap Terbanyak (36 ribu) usai Sidang Paripurna HUT ke-56 Provinsi Sulut di DPRD Sulut, Rabu (23/09/2020) siang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemprov Sulut di bawah kendali Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub, Steven Kandouw meraih prestasi.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey meraih Rekor Dunia MURI sebagai Penyelenggara Jaminan Sosial Perlindungan bagi Buruh Tani dan Petani Penggarap Terbanyak.

Program itu, Perlindungan Sosial bagi Buruh Tani dan Petani Penggarap (Pesona) yang mengikutsertakan 36 Ribu Petani di Sulut.

Rekor serupa juga diberikan ke Dirut BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek), Agus Susanto dan sebagai Pemrakarsa Program Pesona.

Piagam Rekor Dunia MURI diserahkan Senior Manager MURI Sri Widayati kepada Olly Dondokambey dan Dirut BPJamsostek, Agus Susanto usai Sidang Paripurna HUT ke-56 Provinsi Sulut di kantor DPRD Sulut, Rabu (23/09/2020).

Penyerahan Piagam Rekor Dunia MURI disaksikan Wakil Gubernur Sulut, Steven O. Kandouw; Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw, Anggota Dewan Pengawas BPJamsostek, Rekson Silaban, Kepala Disnakertrans Sulut, Erny Tumundo dan Kepala BPJamsostek Cabang Manado, Hendrayanto.

Rekor Dunia MURI untuk Sulut itu tercatat dengan nomor No. 9650/R.MURI/IX/2020.

"Sulut kembali  membukukan rekor baru setelah sebelumnya Pemprov Sulut dan BPJamsostek juga pernah mentat rekor dengan memberikan perlindungan program jaminan sosial kepada 35 ribu pekerja lintas agama pada tahun 2018," kata Sri yang mewakili Ketua Umum MURI, Jaya Suprana.

Agus Susanto mengatakan, profesi di bidang pertanian memiliki risiko kecelakaan kerja maupun sosial ekonomi yang sangat besar.

Karena itu perlindungan jaminan sosial menjadi hal yang harus dimiliki para petani.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sulut yang telah mempercayakan perlindungan para petani di wilayahnya kepada BPJamsostek,” kata Agus.

Anggota Dewan Pengawas BPJamsostek Rekson Silaban mendukung langkah dan kepedulian Pemprov Sulut dalam menjamin kesejahteraan pekerja di daerahnya.

“Para petani memiliki jasa besar kepada perekonomian negeri ini, namun banyak diantara mereka yang belum hidup sejahtera dan tidak memiliki jaminan sosial yang bisa melindungi mereka dari risiko-risiko yang mungkin terjadi saat mereka bekerja," katanya.

Ia berharap Provinsi lain juga dapat mengikuti langkah Pemprov Sulut ini.

Melalui Program Pesona, Pemprov Sulut memberi Perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) hingga bulan Desember 2020.

Sesuai Peraturan Gubernur, perlindungan tersebut akan terus dianggarkan setiap tahunnya.

Adapun manfaat dari program JKK adalah perlindungan atas risiko kecelakaan kerja mulai dari perjalanan pergi, pulang dan di tempat kerja, perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis.

Lalu antunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian karena kecelakaan kerja sebesar 48 kali upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56 kali upah dan bantuan beasiswa maksimal sebesar Rp 174 juta untuk maksimal dua orang anak sejak masuk taman kanak-kanak (TK) hingga anak pekerja lulus dari bangku kuliah.

Sedangkan program JKM memberikan manfaat berupa santunan kepada ahli waris sebesar Rp 42 juta yang terdiri dari santunan kematian yang diberikan secara sekaligus dan berkala selama 24 bulan serta bantuan biaya pemakaman.

Jaminan lainnya,  sama dengan bantuan beasiswa yang sama dengan manfaat JKK yaitu untuk dua orang anak dengan maksimal Rp 174 juta.(ndo)

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved