11 Kasus Mutilasi yang Pernah Terjadi di Indonesia, Manajer HRD hingga Ryan Jombang
Selain kasus mutilasi terhadap Manajer HRD tersebut ada beberapa kasus mutilasi sadis yang menggemparkan Indonesia.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Baru-baru ini publik digegerkan dengan adanya pembunuhan dan mutilasi.
Kasus tersebut melibatkan dua orang pelaku yaitu DAF (26) alias Fajri dan LAS (27) alias Laeli.
Mereka membunuh dan memutilasi Manajer HRD perusahaan kontraktor PT Jaya Obayashi, Rinaldi Harley Wismanu (32).
• Mengaku Masih Sayang dengan Gading Marten, Gisella Anastasia: Untuk Gempi Enggak Boleh Gagal
• Pernah Berseragam Juventus, Si Nyonya Tua Ingin Pulangkan Alvaro Morata ke Turin
Rinaldi Harley Wismanu (32), dihabisi oleh tersangka DAF (26) alias Fajri, menggunakan batu bata dan pisau yang sudah disiapkan.
Pembantaian dilakukan di kamar Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, 9 September 2020.
Saat dihantam batu bata tiga kali dan ditusuk pisau 7 kali oleh DAF, kata Nana, korban sedang berhubungan badan dengan LAS (27) alias Laeli, tersangka lainnya.

LAS memang berperan mengajak korban Rinaldi bertemu dan mengajaknya ke Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat.
Kedua pelaku dibekuk aparat Polda Metro Jaya dari rumah yang baru mereka kontrak di Perumahan Permata Cimanggis, RT 2/RW 20, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Rabu (16/9/2020) sekitar pukul 16.30.
Selain kasus mutilasi terhadap Manajer HRD tersebut ada beberapa kasus mutilasi sadis yang menggemparkan Indonesia
Berikut kasus-kasus tersebut seperti dikutip dari RRI.co.id:
1. Kasus mutilasi Setiabudi yang memotong korban jadi 180 potongan
Kasus yang terjadi pada 1981 ini menjadi pionir kasus mutilasi. Dilansir dari berbagai sumber, kasus ini bermula saat seorang pemulung menemukan dua buah kardus di trotoar persimpangan Jalan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Pemulung tersebut kaget karena dus itu berisi potongan jasad manusia. Dus pertama berisi 13 potong tulang manusia dan 1 buah kepala. Sementara dus kedua berisi 180 potongan-potongan kecil yang terdiri dari sayatan daging dan isi perut.
Setelah diperiksa oleh Dokter Ahli Forensik RSCM, dr. Mun'im Idries, ternyata ada beberapa bagian tubuh yang hilang yaitu anus, kantung kencing, dan pankreas. Selain memotong-motong tubuh korban, pelaku juga menyayat dan mengupas seluruh daging dari tulang korban.
Polisi pun sudah menyebar foto wajah korban dan sidik jarinya. Namun, sampai saat ini misteri mutilasi tersebut belum dapat terpecahkan.
Dari hasil pemeriksaan, dinyatakan jika korban mutilasi itu merupakan seorang laki-laki muda berusia 18 hingga 21 tahun. Dengan ciri-ciri tinggi 165 centi meter, tubuh tegap, agak gemuk, dan memiliki tahi lalat di beberapa bagian tubuh.

2. Ryan Jombang, memutilasi 11 korban
Kasus yang melibatkan Very Idham Henyansyah atau lebih dikenal Ryan Jombang ini menjadi sebuah kasus yang sangat bersejarah di Indonesia. Bagaimana tidak, Ryan merupakan salah seorang yang tega menghabisi 21 nyawa dan memutilasinya.
Dari hasil penyidikan, ada beberapa alasan yang mendorong Ryan membunuh serta memutilasi korbannya. Motif pertama adalah faktor ekonomi, dan motif ke dua adalah faktor cemburu.
Pada motif pertama, Ryan mengaku telah memutilasi 10 korbannya dan menguburnya di halaman belakang rumah orang tuanya di Jombang.
Kasus pembunuhan disertai mutilasi itu dilakukan Ryan dalam kurun waktu 2006 sampai 2008. Sementara kasus yang membuatnya tertangkap adalah ketika potongan tubuh Heri Santoso ditemukan di dekat Kebun Binatang Ragunan.
Diketahui, Ryan menghabisi nyawa Heri lantaran cemburu dengan cara ditusuk dan dipukul kepala menggunakan tongkat besi sebelum akhirnya dipotong menjadi beberapa bagian. Kasus mutilasi ini sungguh sangat menghebohkan dan membuat publik sangat tercengang.
3. Rumiyati, memutilasi suaminya akibat cemburu
Akhir 2008, publik digegerkan dengan penemuan 8 kantong plastik hitam dalam bus yang berisi potongan tubuh manusia. Korban yang diketahui bernama Hendra ternyata dibunuh oleh istrinya sendiri yakni Rumiyati dengan motif cemburu.
Setelah memukul kepala Hendra sampai tewas, Rumiyati dengan sadis mencincang tubuh suaminya menjadi 13 bagian. Untuk menghilangkan jejak, Rumiyati menempatkan potongan tubuh suaminya dalam 8 kantong plastik, yang ditaruh secara terpisah di bus Primajasa, bus Prima Asli, dan bus patas Mayasari.
Satu kantong berisi kepala ditaruh di belakang kursi kemudi taksi berwarna putih.
Pembunuhan dengan disertai mutilasi itu dia lakukan lantaran merasa sakit hati sering mendapat perlakuan kasar dari suami.
Selain itu ia merasa cemburu karena suami lebih memperhatikan istri pertamanya yang ada di Lampung. Dia pun merasa sakit hati karena sering mendapat hinaan.
Dalam pengakuannya, Sri Rumiyati menyampaikan jika ia membunuh suaminya menggunakan batu koral yang ia jatuhkan pada Hendra saat suaminya tersebut tertidur.
Sempat bergerak saat terkena benturan batu pertama, Sri Rumiyati kemudian kembali menjatuhkan batu itu untuk ke dua kalinya hingga akhirnya Hendra benar-benar kehilangan nyawanya.
4. Babe Baekuni, Mutilasi Anak Jalanan
Kasus memilukan berikutnya adalah mutilasi yang berhasil diungkap pada 2010 lalu. Pelakunya dikenal sebagai Baekuni alias Babe yang sering berkutat dengan anak jalanan. Dia dikenal sebagai pembunuh sadis, karena telah menghabisi 14 nyawa sejak 1993.
Babe sengaja menghabisi nyawa anak-anak tersebut dengan cara dijerat menggunakan tali sampai lemas. Itu ia lakukan karena anak-anak tersebut menolak untuk disodomi. Bahkan dari salah satu korbannya, Babe tega menyodomi meski korbannya telah meninggal dunia.
Baru setelah itu Babe melampiaskan hasratnya dengan memotong bagian tubuh korbannya. Kemudian bagian tubuh tersebut ia buang ke beberapa tempat.
Babe sendiri ditangkap oleh pihak berwajib pada 9 Januari 2010, sehari setelah potongan jasad Ardiansyah di Jembatan BKT Cakung, Jakarta Timur.
5. Agus, memutilasi kekasihnya yang sedang hamil
Kasus mutilasi menghebohkan dan terbilang sangat sadis berikutnya adalah mutilasi yang menimpa Nur Atikah.
Tersangka yang tega melakukan aksi keji itu adalah kekasihnya sendiri, Agus alias Kudmayadi. Peristiwa memilukan itu terjadi di Tangerang pada 2016 silam.
Aksi keji itu dilakukan Agus lantaran ia terus didorong untuk menikahi kekasihnya yang tengah hamil tersebut. Karena merasa kesal, Agus akhirnya membunuh korban dengan cara dicekik.
Agus yang diketahui memiliki anak dan istri di Surabaya itu kemudian memilih memutilasi tubuh kekasihnya untuk menghilangkan jejak.
6. Petrus Bakus, polisi yang menghabisi anak kandungnya
Masih di tahun yang sama, kasus memilukan terjadi di Kompleks Asrama Mapolres Melawi, Gg Darul Falah, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Jumat (26/2/2016) dini hari.
Seorang polisi berpangkat Brigadir, Petrus Bakus, tega menghabisi nyawa ke dua buah hatinya yang masih berusia empat dan tiga tahun.
Tak hanya membunuh, ke dua anak kecil itu juga dipotong menjadi beberapa bagian dan berserakan di atas kasur. Dalam penyidikan, Petrus mengaku mendapat bisikan dari Tuhan sehingga tega menghabisi nyawa anaknya.
7. Rahmad Awiwi, menghabisi ibu dan anak
Masih di tahun yang sama, mutilasi keji lainnya dialami pasangan ibu dan anak di Jakarta Utara. Peristiwa memilukan itu menimpa Hartati dan anaknya yang masih berusia enam tahun, Itu Eriyanti.
Kasus pembunuhan bermula lantaran pelaku, Rahmad Awiwi tidak mau menikahi Hartati yang tengah berbadan dua.
Ke duanya memang diketahui hidup bersama tanpa ikatan resmi sebagai suami istri. Merasa terus didesak untuk menikahi, Rahmad Awiwi kemudian tega membunuh pasangan ibu dan anak tersebut. Bahkan, ke duanya juga tega ia mutilasi menjadi beberapa bagian.
Mayat Hartati ditemukan dalam kardus TV di tepi jalan Kampung Bulak Koja-Jakarta Utara. Sedangkan mayat Eriyanti di dalam koper di jalan Cakung Cilincing-Jakarta Timur.
8. Nelson Hutapea, Anak Mutilasi Ke Dua Orangtua
Kejadian memilukan ini terjadi di Borgot Biri, Dusun VII Kecamatan Aektuasan, Pulo Raja, Labuhanbatu, 2012 lalu. Pelakunya adalah Nelson Hutapea yang tega menghabisi nyawa ke dua orangtuanya.
Bukan hanya menghabisi nyawa, pria yang diketahui pengangguran itu juga memotong beberapa bagian tubuh orangtuanya.
Sebelum akhirnya ditangkap, bapak dua anak itu juga diketahui telah memberi kabar kepada saudara tertuanya, dan menyampaikan jika ke dua orangtuanya telah meninggal dibunuh.
Namun setelah ditangkap pihak berwajib, pria berkepala pelontos itu tak mengakui perbuatannya dan mengelak telah membunuh orangtuanya.
Semenjak berpisah dari istrinya, Nelson diketahui mengalami sedikit depresi. Beberapa tetangga pun menyampaikan jika dirinya sering membuat keributan dengan orangtuanya ketika tak diberikan uang.
Nelson diketahui mengahabisi nyawa orangtuanya menggunakan sabit.
9. Deri Permana, Pembunuhan dan Mutilasi Kasir Minimarket
Terbaru, pembunuhan serta mutilasi yang dialami seorang kasir minimarket cukup menghebohkan publik. Kasus yang menimpa Vera Oktaria ini terjadi di Sumatera Selatan.
Kuat dugaan, Vera dibunuh dan dimutilasi oleh kekasihnya sendiri, Prada Deri Permana. Dari informasi terakhi ryang di dapat, pengejaran terhadap Prada DP masih terus dilakukan pihak berwajib. Bahkan dari informasi terkahir, pengejaran dilakukan hingga ke Jawa Timur.
10. Penemuan Mayat Dalam Koper Tanpa Kepala
Kasus mutilasi berikutnya yang masih lekat di ingatan yakni penemuan jasad di dalam koper yang tergeletak di antara semak-semak dekat sungai,pada Mei tahun lalu. Koper berwarna hitam itu ditemukan oleh pencari rumput di tempat kejadian.
Ketika koper dibuka, ditemukan ada jasad tanpa kepala yang tidak memakai busana apa pun. Belakangan diketahui, jasad tersebut bernama Budi Hartanto (28), warga Kediri, yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar (SD).
Kabid Humas Polda Jatim Kombes (Pol) Frans Barung Mangera mengatakan, pelaku pembunuhan itu adalah AJ dan AP. Kedua lelaki tersebut merupakan teman Budi dan saling mengenal dengan baik.
Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Ryan Jombang hingga Manajer HRD, Inilah 11 Kasus Mutilasi yang Menggemparkan Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tersangka-berinisial-daf-dan-las-diperlihatkan-saat-konferensi-pers-pengungkapan-mutilasi.jpg)