Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manajer HRD Dimutilasi

Ternyata Manajer HRD yang Dimutilasi Saat Berhubungan Sudah Punya Istri Seorang Pramugari

Terkait hal tersebut manajer yang menjadi korbanya dijebak dengan berhubungan badan.

Editor: Glendi Manengal
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Kolase foto korban Rinaldi (insert) dan sosok Djumadil Al Fajri (DAF) dan Laeli Atik Supriyatin (LAS), tersangka pembunuhan dan mutilasi mayat pria di Apartemen Kalibata City saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebelumnya diketahui kasus pembunuhan sadis dengan memutilasi terjadi.

Terkait hal tersebut manajer yang menjadi korbanya dijebak dengan berhubungan badan.

Namun kini terungkap bahwa manajer tersebut punya istri yang berprofesi sebagai pramugari.

Viral Aksi Keji Seorang Pria Kepada Istrinya, Potong Jari dan Rambut Digunduli Beredar di Medsos

Menhan Prabowo Kunjungi Pejabat Pentagon AS, Terungkap Keterlibatan Indonesia di Laut China Selatan

Warga Curhat Tak Pakai Masker saat Sendirian dalam Mobil Kena Sanksi, Aturan Dipertanyakan

Manajer HRD di sebuah perusahaan swasta Jepang Rinaldi Harley Wismanu alias RHW (32) pastinya tak menyangka perkenalannya di aplikasi Tinder dengan seorang wanita berinisial LAS (27) berakhir tragis.

Saat sedang asyik bercinta dengan LAS di apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Rabu (9/9/2020) tiba-tiba kepala RHW dihantam batu bata.

Pelakunya tak lain adalah kekasih LAS, DAS yang sudah masuk dan bersembunyi terlebih dahulu di kamar apartemen tersebut.

"Saat masuk kamar di tanggal 9 September, ternyata DAF sudah lebih dulu masuk. Dia bersembunyi di kamar mandi," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, pada Kamis (17/9/2020).

Selain itu, jelas Nana, DAF juga melakukan tujuh tusukan kepada RHW hingga korban meninggal dunia.

Di hari dan lokasi yang sama, jenazah RHW dimutilasi menggunakan gergaji dan sebilah golok.

Pada Sabtu (12/9/2020), potongan tubuh korban yang dibungkus plastik kresek dan dimasukkan ke koper dibawa ke Apartemen Kalibata City.

Itu adalah hari di mana keluarga korban melapor ke Polda Metro Jaya terkait orang hilang.

Empat hari kemudian, jenazah korban yang sudah dimutilasi ditemukan di sebuah kamar di lantai 16 Tower Ebony, pada Rabu (16/9/2020).

Sementara itu dikutip  dari TribunJogja, anggota keluarga RHW, Hutabarat, mengungkapan kondisi pernikahan alumni UGM itu.

Ia mengatakan RHW sebenarnya sudah menikah dengan seorang pramugari.

Diperdebatkan

Menurut Hutabarat pernikahan RHW dengan pramugari tersebut baik-baik saja, sebelum lulusan S2 universitas di Jepang itu ditemukan termutilasi.

"Istri sah ya. Kemarin itu kayaknya ada kerenggangan ya, tapi tidak tahu persis. Itu ibu bapaknya yang paham. Tapi infonya mereka kayaknya baik-baik saja. Istrinya kan terbang, kerja pramugari," tuturnya.

"Istrinya sudah pernah ke sini, tidur ke sini (rumah duka di Nologaten)," lanjut dia.

Hutabarat menyatakan, RHW merupakan sosok yang baik dan penyayang.

"Sejak lahir di sini, anaknya baik sekali. Orangnya penyayang. Sejak kecil kumpul sama saya," ujar dia yang merupakan adik kandung Ibu Rinaldy.

Hutabarat mengatakan Almarhum sering pulang ke rumahnya di Nologaten dan kerap menginap sampai dua atau tiga hari.

"Kalau pulang, jalan-jalan sama satu keluarga besar, makan-makan. Terakhir pulang Desember," katanya.

Pria lanjut usia ini tak memungkiri Renaldy merupakan sosok yang cerdas dan berprestasi.

"Dia dari UGM kan dapat beasiswa berapa kali ke Jepang menyelesaikan S2 dan S3. S3 tidak diselesaikan. Dia lalu bekerja di perusahaan swasta Jepang," ujarnya.

LAS dan DAF Bunuh RHW Demi Harta

Selama ini LAS dan DAF memiliki usaha lain untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.

Menurut polisi, DAF alias Fajri pernah jadi sopir taksi online.

Namun kemudian berhenti dan kini DAF bekerja serabutan.

"Sementara LAS berjualan kamera drone secara online. LAS juga menguasai pemetaan lokasi seseorang lewat aplikasi khusus," katanya.

Klaster Jamrud di Perumahan Permata Cimanggis, Kota Depok, yang jadi lokasi penangkapan dua terduga pelaku pembunuhan mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2020).

Handik mengatakan karena desakan ekonomi, keduanya akhirnya berupaya menguasai harta korban RHW, dengan membunuh dan memutilasinya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan uang Rp 97 Juta yang diambil kedua pelaku dari rekening ATM korban, diantaranya dibelikan 11 emas batangan Antam dengan total seberat 26 gram.

"Selain beli emas Antam, juga dibelikan motor Yamaha N-Max, dua laptop Asus abu-abu, juga perhiasan berupa 2 cincin Emas Bulgri, satu emas carties, dan satu Ipod," kata Nana dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020).

Selain itu, kata dia pelaku juga membeli 1 Handphone Iphone X warna hitam, 1 dompet merk Charles and Keith, 1 HP merk Vivo Y20, dan satu buah jam tangan merk Tissot 1853 TISSOT.

"Tersangka DAF ini perannya sebagai eksekutor atau yang membunuh korban serta memutilasinya.

"Sementara LAS perannya mengajak korban Rinaldi untuk bertemu dan menyewa apartemen di Pasar Baru, Jakarta Pusat," kata Nana.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Manajer HRD Korban Mutilasi Dibunuh saat Bercinta, Kondisi Pernikahannya dengan Pramugari Terkuak, https://jakarta.tribunnews.com/2020/09/18/manajer-hrd-korban-mutilasi-dibunuh-saat-bercinta-kondisi-pernikahannya-dengan-pramugrari-terkuak.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved