Breaking News:

KASN Terima 499 Aduan Dugaan Netralitas

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah menerima 499 aduan terkait dugaan netralitas ASN.

KASN Terima 499 Aduan Dugaan Netralitas
Dokumentasi KASN.
Ketua KASN Prof Dr Agus Pramusinto, MDA
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Meski belum baru akan memasuki tahapan penetapan pasangan calon, namun dugaan netralitas ASN di sejumlah daerah penyelenggara Pilkada kian marak terjadi.
Buktinya sejauh ini Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah menerima 499 aduan terkait dugaan netralitas ASN.
"Kami jalan terus, ada 499 aduan yang masuk ke KASN yang sedang ditangani," kata Ketua KASN Prof Dr Agus Pramusinto, MDA, Rabu (16/9/2020).
Aduan tersebut lanjut Agus, berasal dari seluruh daerah penyelenggara di Indonesia.
"Iya aduan tersebut berasal dari seluruh daerah di Indonesia," terang Agus.
Agus turut memastikan ASN yang terbukti melakukan pelanggaran netralitas ini bakal diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Kalau memang terbukti yah tentu akan diproses," tegasnya.
Disisi lain, banyaknya dugaan pelanggaran netralitas menuai tanggapan dari Pengamat Politik Sulawesi Utara Dr Stefanus Sampe.
Bahkan menurut Akademisi Unsrat ini, Ini juga menjadi catatan penting untuk pelaksanaan pilkada ke depan nanti.
"Bahwa bukan hanya kepala daerah yg akan ikut pilkada harus cuti atau berhenti tetapi juga termasuk keluarganya. Entah suami/isteri, anak, menantu, besan, ipar, cucu, paman, bibi, opa/oma. Supaya kenetralan dari kepala daerah dan ASN bisa terjaga," jelas Sampe.
Selain itu, Sampe juga mengingatkan ASN harus netral dan jangan terjebak dalam hiruk pikuk pilkada. 
Serta kepala daerah yang menjabat juga harus netral dan jangan menggunakan ASN untuk memenangkan salah satu calon.
"Harus diingat, pilkada yang berhasil akan menjadi track record bagi kepala daerah itu sendiri. Jadi kepala daerah itu memiliki tanggung jawab yang besar untuk mensukseskan pilkada di daerahnya dengan jujur dan adil. Kalau kepala daerah tidak mampu untuk bersikap netral sebaiknya mengundurkan diri supaya tidakk merugikan masyarakat di daerahnya dan juga merugikan dirinya sendiri," tandasnya. (hem)
Penulis: Hesly Marentek
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved