Breaking News:

Berita Nasional

China Bakal Digeser Indonesia Sebagai Tujuan Investasi, Airlangga Hartarto: Ini Kesempatan

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pandemi ini telah memberikan pelajaran bagi semua negara bahwa rantai pasok barang tid

KONTAn
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pandemi ini telah memberikan pelajaran bagi semua negara bahwa rantai pasok barang tidak dapat terpusat pada satu negara sebab terlalu berisiko.

Pandemi Covid-19 membuat seluruh negara termasuk di Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif.

Tak hanya itu, penurunan juga terjadi pada sektor manufaktur sebagai kontributor terbesar produk domestik bruto (PDB) Indonesia turut terkontraksi 6,19% akibat penurunan permintaan.

Sehingga, saat ini sudah banyak perusahaan multinasional yang mulai merelokasi industrinya, seperti dari China ke negara-negara Asia lain.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto mengungkapkan alasan pemerintah memutuskan kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk menjaga kelanjutan operasional.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto mengungkapkan alasan pemerintah memutuskan kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk menjaga kelanjutan operasional. ((TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN))

“Hal ini dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menggantikan posisi China sebagai tujuan investasi dari hub rantai pasok global baru,” kata Airlangga dalam konferensi secara daring dalam HSBC Economic Forum, Rabu (16/9).

Airlangga menyebutkan, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), saat ini di tengah pandemi ini ada sekitar 143 perusahaan yang memiliki rencana relokasi investasi ke Indonesia.

Diantaranya dari Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, China dengan potensi penyerapan tenaga kerja lebih dari 300.000 orang.

Menko Perekonomian Airlangga Hartanto.
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto. (KONTAn)

Untuk menghadapi tantangan eksternal maupun internal akibat pandemi Covid-19 serta menangkap peluang relokasi investasi industri dari China ke Asia Tenggara, pemerintah menyadari pentingnya meningkatkan iklim usaha daya saing Indonesia.

“Untuk itu pemerintah telah mempersiapkan berbagai kebijakan yakni segera menyelesaikan pembahasan Omnibus Law,” katanya.

Sehingga, sasaran untuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi pencari kerja dan kesejahteraan pekerja serta peningkatan investasi akan segera dilakukan. Sehingga jebakan Indonesia dalam pendapatan menengah (middle income trap) bisa mencapai pendapatan Indonesia maju di tahun 2045.

Editor: Vendi Lera
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved