Sains
Tikus Mutan Berubah Mengejutkan Setelah Kembali dari Luar Angkasa, Tubuh Lebih Kekar & Besar Berotot
Tubuh tikus mutan ini tampak lebih kekar seperti binaragawan setelah kembali dari luar angkasa.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Mengejutakan, puluhan tikus mutan dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional ( ISS ) pada Desember tahun lalu.
Tubuh tikus-tikus tersebut dikabarkan berubah.
Uniknya, tampak lebih kekar dan besar berotot.
Tubuh tikus mutan tersebut tampak lebih kekar seperti binaragawan.
Perjalanan luar angkasa yang panjang, seperti misi ke planet Mars misalnya,
diperkirakan akan memberikan efek bagi tubuh manusia,
salah satunya kehilangan massa otot dan tulang.
Empat puluh tikus hitam betina muda dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS),
pada Desember tahun lalu sebagai bagian penelitian tersebut.

Tujuan dari misi itu yakni para ilmuwan mencoba mencari tahu cara untuk meminimalisir dampak
potensi hilangnya massa otot saat astronot melakukan misi ke luar angkasa.
Seperti dikutip dari Phys, Kamis (10/9/2020) sebelum diberangkatkan ke ISS, peneliti melakukan serangkaian rekayasa genetika pada sejumlah tikus.
Peneliti memberikan obat untuk mempertahankan kepadatan otot dan tulang secara signifikan pada tikus yang disebut sebagai tikus super.
Saat kembali ke Bumi, tikus mutan itu ternyata sama sekali tidak kehilangan massa otot, bahkan sekembalinya
dari luar angkasa otot mereka menjadi jauh lebih besar.
Sementara tikus yang tidak mendapatkan obat, kehilangan massa otot dan tulang hingga 18 persen.
Meski jadi solusi bagi perjalanan luar angkasa, perlu banyak tahapan lagi yang harus dilakukan
sebelum mengujinya pada manusia tanpa efek samping yang serius.
Dr Se-Jin Lee dari Jackson Laboratory di University of Connecticut School of Medicine yang merupakan pemimpin tim peneliti
menyebut langkah selanjutnya adalah mengirim lebih banyak lagi tikus ke luar angkasa dengan durasi lebih lama lagi.
Melansir Science Alert, percobaan pada tikus ini pun dapat menjadi alternatif untuk mengurangi efek perjalanan luar angkasa dalam jangka panjang.
Sebab, mikrogravitasi memiliki efek buruk bagi manusia di Bumi.
Bagi astronot yang kembali setelah berbulan-bulan di luar angkasa memerlukan waktu sekitar dua jam sehari untuk memulihkan kepadatan otot mereka.

Sedangkan untuk memulihkan kepadatan tulang, mereka membutuhkan waktu setidaknya bertahun-tahun.
Tampaknya, sekarang tikus mutan yang direkayasa secara genetik tersebut dapat membawa lebih dekat
pada solusi hilangnya massa otot para astronot seusai melakukan misi panjang yang jauh dari Bumi.
Mighty Mice, demikian para ilmuwan ini menyebut tikus yang telah mengalami rekayasa genetika,
menghabiskan 33 hari di ISS dan mempertahankan kepadatan otot serta tulang secara signifikan, lebih banyak dari tikus biasa.
Temuan yang ditulis dalam makalah yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences itu memiliki implikasi
strategis untuk terapeutik dalam mencegah kehilangan otot dan tulang pada astronot dalam perjalanan luar angkasa.
Tapi tak hanya itu saja, temuan bahkan bisa membantu mengembangkan pengobatan baru untuk penyakit seperti osteoporosis,
kerusakan jaringan tulang secara bertahap, dan atrofi otot tulang belakang.
(Kompas.com)