Breaking News:

Berita Bolmong

Jangan Anggap Covid-19 Sebagai Konspirasi

Di tengah tengah kekhawatiran serangan gelombang kedua Covid 19, skeptisme terhadap wabah itu malah kian menjadi jadi.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Gryfid Talumedun
Tribun Manado/Arthur Rompis
Pengambilan swab di kalangan ASN Bolmong 

TRIBUNMANADO.CO.ID - "Covid 19 itu panyaki leo leo,".

Begitu diucapkan seorang Sangadi di Kecamatan Lolak, Bolmong, kepada Tribun Manado beberapa waktu lalu.

Tribun coba menjelaskan bahwa pasien Covid di desa yang dipimpin Sangadi tersebut sudah menjalani tes swab dan positif.

Tapi pendiriannya tidak goyah. Tetap ia bersikeras jika Covid-19 terlalu dibesar besarkan.

 Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 8 Akan Ditutup Besok, Cek Cara Pendaftaran dan Info Pengumuman

 DKI Jakarta Terapkan Pengetatan PSBB Mulai 14 September 2020, Anies Klaim Pemerintah Pusat Mendukung

 Pria Ini Menyamar Jadi Wanita, Peras Korban dengan Rekaman Video Call Panasnya

"Buktinya ada pasein dari desa ini, tak pernah keluar desa tapi disebut Covid, dirawat pun hanya beberapa hari di rumah sakit dan sembuh, kan aneh," katanya.

Meski demikian, ia mengaku tetap jalankan protokol Covid 19.

Setiap malam ia berpatroli. Jika ketemu kerumunan, akan ia bubarkan.

Di tengah tengah kekhawatiran serangan gelombang kedua Covid 19, skeptisme terhadap wabah itu malah kian menjadi jadi.

Umumnya menganggap Covid-19 adalah penyakit kecil yang terlalu dibesar besarkan.

Atau mengaitkannya dengan teori konspirasi yang tak jelas juntrungannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved