Breaking News:

Warga Kampung Leppe Belajar Tekonlogi  Penangkapan Ikan Bottom Hand Line

Dua dosen dari Politeknik Negeri Nusa Utara membagikan ilmu tentang teknologi di Kampung Leppe Kecamatan Tabukan Utara, belum lama ini.

ISTIMEWA
Fitria F. Lungari SPi MT membagikan ilmu tentang teknologi penangkapan ikan bottom hand line di Kampung Leppe Kecamatan Tabukan Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TAHUNA –Dua dosen dari Politeknik Negeri Nusa Utara membagikan ilmu tentang teknologi  di Kampung Leppe Kecamatan Tabukan Utara, belum lama ini.

Dikatakan Fitria F. Lungari SPi MT , kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat stimulus (PKMS).

“Penggunaan alat tangkap ikan bottom hand merupakan satu jenis alat tangkap yang efektif dalam menangkap ikan-ikan berukuran besar dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi,” kata Lungari.

Ditambahkannya, pada dasarnya penggunaan alat tangkap hand line sudah banyak dikenal oleh warga Sangihe, namun  penerapan teknologi   membutuhkan komponen technoware, humanware, inforware dan orgaware.

“Technoware berupa alat dan metode, humanware yaitu nelayan, inforware berupa informasi pendukung di lapangnan, dan orgaware yaitu pengorganisasian berupa kelompok nelayan yang produktif untuk benar-benar dikatakan berhasil dalam penerapan sebuah teknologi,” terangnya.

Dikatakannya, dalam bidang penangkapan ikan, keempat aspek ini jika ada satu yang tidak terpenuhi, maka dibutuhkan suatu evaluasi dan stimulus yang nyata sehingga tujuan produktivitas kegiatan penerapan teknologi.

“Dengan adanya PKMS, tim pengabdi dapat mengevaluasi sejauh mana penerapan teknologi penggunaan hand line Bawono oleh kelompok nelayan kampung Leppe, serta dapat memberikan stimulus sehingga teknologi yang digunakan oleh nelayan kampung Leppe dapat menunjukkan adanya peningkatan dari segi jumlah hasil tangkapan,” tuturnya.

Mukhlis Abdul Kaim SPi MSi, yang merupakan bagian dari tim pengabdian ini mengatakan, terbatasnya bahan baku pembuatan hand line “bawono” akibat Pandemi covid 19, menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi kelompok nelayan.  “Sehingga proses pengerjaan, modifikasi dan inovasi pada bagian-bagian alat tangkap hand line “bawono” menjadi transfer ilmu antar tim pengabdi Polnustar dan kelompok nelayan kampung Leppe. Diharapkan kelompok nelayan tetap produktif dalam masa Pandemi Covid 19 dengan adanya stimulus dari tim pengabdian. ,” ujarnya.

Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved