Human Interest
Keluh Kesah Petani Cengkih di Masa Pandemi Covid-19
Petani cengkih mengeluhkan soal harga cengkih yang tidak sesuai dengan kinerja mereka
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Petani cengkih di Sulawesi Utara mengeluhkan soal harga cengkih yang tidak sesuai dengan kinerja mereka.
Hal itu disampaikan Falen Langi saat ditemui, Rabu (9/9/2020) salah satu warga di Tondano Pante.
Menurut Falen, sekarang masyarakat dilanda pandemi Covid-19, jadi untuk pemetik cengkih susah ditambah lagi harga yang semakin hari semakin menurun.
"Awal panen di bulan Juli harga masih di sekitar Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram cengkih kering, jadi pemilik cengkih memberikan Rp 4.000 per liter kepada para pemetik cengkih," ucap Falen.
Sekarang katanya cengkih tinggal Rp 50 ribu lebih harganya per kilogram, kalau mau dibandingkan harga per kilogram dengan pemetik, jika Rp 4.000 per liter untuk pemetik lebih untuk pemetik cengkih daripada pemilik.
"Karena begini, per satu kilogram cengkih kering itu dari lima sampai enam liter cengkih mentah. Kalau pemetiknya Rp 4.000 per liter, dikali lima saja sudah Rp 20.000. Belum lagi kalau ongkos para pemetik, dan untuk mengeringkan cengkih tersebut harus membayar orang lagi Rp 2.500.000 per bulan," tambahnya.
• Eva Keintjem Ingatkan Jajaran Panwascam dan PKD Selalu Pakai Masker
• Tim RISKI Ragukan Hasil Swab Test yang Dikeluarkan RSUD Pobundayan
• BREAKING NEWS: Minahasa Terpilih Sebagai Daerah Berlisensi dengan Potensi Lokal Kopi Arabika
Lanjutnya, dengan begitu pemilik cengkih merugi, lebih untung menjadi pemetik cengkih daripada pemilik cengkih.
"Yah mujurlah bagi pemilik cengkih yang memang sudah banyak uang simpanan, cengkih kering bisa mereka simpan dan tunggu harga mahal, tapi sepereti kami harus jual untuk membayar pemetik cengkih," keluhnya.
Di kampung kami sendiri, ada beberapa pemilik cengkih, yang sudah membiarkan cengkihnya tidak dipetik sampai habis dibiarkan saja membesar dan jatuh begitu saja.
"Saya berharap dan memohon kepada para pemimpin, perhatikan kami petani cengkih, carikan solusi kepada kami bagaimana agar harga cengkih bisa normal kembali," ucapnya.
• BREAKING NEWS, Pendiri Kompas Gramedia Jacob Oetama Meninggal Dunia
• Bupati Depri Pontoh Imbau Masyarakat Jaga Stabilitas Keamanan Jelang Pilkada
Falen mencontohkan, mengenang kepemimpinan Presiden keempat empat Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, karena dia bisa melihat keluhan warganya khususnya petani cengkih.
"Waktu kepemimpinan Gus Dur, kami merasa sejahtera, baik dari orangtua sampai kepada anak-anak banyak uang. Karena anak-anak saja hanya memungut cengkih yang jatuh, dijual dengan harga yang bagus, tapi sekarang sedangkan dipetik harga tidak sesuai," ungkap Falen.
Baginya bukan mau merendahkan bapak Joko Widodo, Presiden sekarang ini, tapi dia hanya memberikan masukan dan dorongan agar pemerintah memperhatikan petani cengkih.
"Saya salah satu yang memilih bapak Joko Widodo, hanya bisa mengeluh saja dan meminta agar kami rakyat kecil diperhatikan. Semoga apa yang kami petani cengkih harapkan, harga cengkih bisa memuaskan. Carikan solusi, buat gebrakan agar petani sejahtera," tutupnya.(fis)
• Ini Nama yang Lulus Tes Seleksi Wawancara Relawan Demokrasi Pilbup Boltim 2020
• Simak Tata Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 8 di www.prakerja.go.id, Lakukan Verifikasi Nomor HP
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/falen-yang-memakai-kaos-berwarna-merah-biru.jpg)