Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Maut

Kecelakaan Maut, Bocah 5 Tahun di Palembang Tewas Setelah Terseret 200 Meter, Sopir Melarikan Diri

Kecelakaan Maut terjadi di Palembang, bocah 5 tahun tewas seketika setelah ditabrak truk pengangkut air.

Editor:
Bangka Pos
ilustrasi bocah tewas 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Kecelakaan Maut terjadi di Palembang, bocah 5 tahun tewas seketika setelah ditabrak truk pengangkut air.

Bocah berinisial M sebelum tewas seketika sempat terseret sejauh 200 meter.

Kedua orang tua dari M sangat terpukul dengan adanya kejadian tersebut.

 Aris Suhendar (28) dan Irma Purnamasari (28) sangat merasa sedih.

Karena anak itu telah menunggu lima tahun dan baru dikaruniai anak, buah hati mereka malah menjadi korban tabrak lari.

Sedangkan sopir truk pengangkut air yang menabrak bocah tersebut melarikan diri.

Hendak jajan di warung.
 

Ilustrasi kaki anak(Shutterstock)
Ilustrasi kaki anak(Shutterstock) (Istimewa)

Paman korban, Dodi menjelaskan, peristiwa tertabraknya M terjadi di Jalan Talang Kemang, Kecamatan Gandus, Palembang, Kamis (3/9/2020).

 Saat itu keponakannya hendak membeli jajanan di warung.

"Kondisi jalan malam itu memang sepi. Keponakan saya ini mau jajan pergi ke warung," tutur dia.

Dirinya baru mengetahui M tewas tertabrak usai mendengar kabar dari tetangganya.

"Kami baru tahu ketabrak dari tetangga," ujar dia.

Ilustrasi Tabrakan
Ilustrasi Tabrakan (kompas.com)

Suara keras, M tergeletak tak bernyawa
Sementara, Ketua RT 22 Sahnan menjelaskan, awalnya warga setempat mendengar suara tabrakan keras di lokasi kejadian.

Saat dicek mereka melihat anak kecil tergeletak di jalan.

Ketika didekati, anak yang ternyata adalah M itu terkapar dengan kondisi bersimbah darah.

"Anak itu sudah tewas setelah kami dekati. Sementara sopirnya langsung lari. Mobil itu membawa air," kata Sahnan.

Mengetahui ada anak tertabrak, warga sempat berupaya mengejar truk itu.

Namun pelaku telah kabur. Sedangkan truk tersebut ditinggalkan di tengah jalan.

"Ketika dikejar, mobilnya menepi. Saat didekati ternyata sopirnya tidak ada lagi. Dia sudah melarikan diri," kata dia.

Mengetahui buah hatinya meninggal, orangtua korban mengalami syok berat.

Luka di kepala hingga meninggal, polisi buru pelaku
 

Ilustrasi garis polisi
Ilustrasi garis polisi (Tribunnewsbogor.com)

Polisi saat ini masih memburu pelaku.

 "Pelakunya masih kita kejar," kata Kanit Lakalantas Polrestabes Palembang Iptu Sucipto.

Dia membenarkan, truk tersebut tengah mengangkut air dari Simpang Lacak ke arah Raider 200 Gandus.

Sucipto mengatakan, korban sempat terseret hingga mengakibatkan luka parah di bagian kepalanya.

"Ketika korban hendak menyeberang langsung ketabrak truk ini. Korban sempat terseret sekitar 200 meter," kata Sucipto.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved