Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

AS Enggan Bayar Utang Rp 890 Miliar ke WHO, Anggap Telah Menjadi Boneka China

AS akan menggunakan uang itu sebagai gantinya untuk membayar kontribusi ke sektor lainnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Editor:
AFP/Jim Watson
Presiden AS Donald Trump duduk dengan tangan bersilang saat diskusi meja bundar tentang Pembukaan Kembali Sekolah-Sekolah Amerika yang Aman selama pandemi, di Ruang Timur Gedung Putih pada 7 Juli 2020, di Washington, DC. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Amerika Serikat (AS) dikabarkan tak akan membayar utang ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Menurut informasi yang ada, saat ini Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka tidak akan membayar lebih dari USD 60 juta (Rp 890 miliar) kepada WHO.

Hal ini diungkap oleh Amerika Serikat (AS) pada Rabu (2/9/2020).

AS akan menggunakan uang itu sebagai gantinya untuk membayar kontribusi ke sektor lainnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang bermarkas di Jenewa, Swiss.

Pengumuman itu datang sehari setelah Gedung Putih mengumumkan kalau AS tidak akan berpartisipasi dalam proyek yang dijalankan WHO, untuk mengembangkan dan mendistribusikan vaksin Covid-19.

Tanda Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diambil pada akhir 29 Mei 2020 di kantor pusat WHO, di Jenewa, Swiss, tampak kotor.
Tanda Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diambil pada akhir 29 Mei 2020 di kantor pusat WHO, di Jenewa, Swiss, tampak kotor. (FABRICE COFFRINI / AFP via KOMPAS.COM)

Melansir dari Al Jazeera, Kamis (3/9/2020), keputusan untuk menahan sekitar USD 62 juta (Rp 920 miliar) adalah bagian dari keputusan Trump untuk menarik diri dari organisasi tersebut.

Penarikan diri AS dari WHO karena penanganan virus Corona dan badan itu dituduh telah menjadi boneka China.

Meskipun Pemerintahan Trump tetap tegas menarik diri pada tahun 2021 datang, pejabat mengatakan bahwa AS akan terus berpartisipasi dalam pertemuan WHO tertentu.

Selain itu, AS juga akan memberikan kontribusi satu kali untuk program tertentu selama masa AS akan meninggalkan badan itu.

Program-program tersebut antara lain proyek pemberantasan polio di Afghanistan dan Pakistan.

Kemudian bantuan kemanusiaan di Libya dan Suriah, serta upaya memerangi influenza.

Keputusan menghentikan pendanaan ke WHO, menyusul pengumuman Trump pada Juli 2020 bahwa ia menarik AS dari WHO secara efektif berlaku pada Juli 2021.

Trump juga menginstruksikan pemerintahannya untuk menghentikan pendanaan dan kerja sama dengan badan tersebut.

Pada saat pengumuman, AS telah membayar sekitar USD 52 juta ( Rp 771,5 miliar) dari iuran tahun 2020 sebesar USD 120 juta (Rp 1,78 Triliun).

Berdasarkan resolusi bersama yang dikeluarkan Kongres AS tahun 1948, Trump harus memberikan pemberitahuan satu tahun sebelumnya tentang penarikan AS dari WHO.

Selama satu tahun itu, para pejabat mengatakan AS akan terus berpartisipasi dalam pertemuan teknis dan kebijakan WHO tertentu, yang memiliki pengaruh langsung pada kepentingan kesehatan, komersial dan keamanan nasional AS.

"Kami akan mempertimbangkannya berdasarkan kasus per kasus," kata Wakil Asisten Sekretaris Negara untuk Organisasi Internasional, Nerissa Cook.

Para pejabat dari Badan Pembangunan Internasional, Kemenlu, dan Kemenkes AS,  tidak mengatakan badan PBB mana yang akan mendapatkan USD 62 juta (Rp 920 miliar) itu.

“Apakah itu akan digunakan untuk membayar tunggakan AS ke dana umum badan dunia, itu tidak tahu,” kata para pejabat.

Para pejabat itu juga tidak menjelaskan, apakah atau bagaimana AS akan menangani puluhan juta dolar sebagai hutang yang harus dibayarkan kepada WHO.

Berdasarkan undang-undang AS, tunggakan itu harus dibayar sebelum AS secara sah menarik diri dari sebagian besar organisasi internasional. (*)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Dianggap Boneka China, Amerika Serikat Enggan Bayar Utang ke WHO, https://aceh.tribunnews.com/2020/09/03/dianggap-boneka-china-amerika-serikat-enggan-bayar-utang-ke-who?

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved