Breaking News:

Bogor Zona Merah

Bogor Zona Merah, "Ini Harus Diwaspadai, Data Tunjukkan Positif Sebagian Besar Anak-anak dan Lansia"

Terkait hal tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengimbau kepada warga lanjut usia dan juga anak-anak untuk tetap di rumah.

Editor: Dewangga Ardhiananta
Warta Kota/Desy Selviany
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat wawancara ekslusif dengan Wartakotalive.com, Senin (13/4/2020) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kota Bogor saat ini zona merah.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengimbau kepada warga lanjut usia dan juga anak-anak untuk tetap di rumah.

Bima mengungkapkan, kategori anak-anak dan lanjut usia adalah kelompok yang paling rentan terpapar dalam jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bogor.

Hal itu, kata Bima, kemudian memicu terjadinya penyebaran Covid-19 di dalam klaster rumah tangga (keluarga).

“Ada sekitar 45 keluarga dengan kasus 189 orang positif Covid-19.
Ini harus kita waspadai.
Data menunjukkan bahwa dari yang positif itu sebagian besar adalah anak-anak dan lansia karena memiliki mobilitas yang tinggi," ungkap Bima, Jumat (28/8/2020).

Bima menyebut, saat ini kasus penularan Covid-19 dari klaster rumah tangga menempati urutan tertinggi.

Pengamat : Kualitas Bandwidth Jadi Acuan Utama Kemendikbud untuk Bermitra dengan Operator Selular

Berdasarkan data, kasus positif Covid-19 di Kota Bogor selama dua pekan terakhir menunjukkan lonjakan yang cukup tajam.

Hal ini diketahui dari mitigasi infeksi dan tracing Pemkot Bogor.

“Kami menyimpulkan bahwa tes usap (swab) masif dan tracing yang kita gencar lakukan itu menyebabkan lonjakan positif," kata Bima.

"Dari data swab seluruh kasus positif, 49 persen itu berasal dari penelusuran atau tracing orang yang positif.

Kemudian orang yang memiliki gejala yang ingin di swab 24 persen. 

Swab masif di tempat umum, tempat bekerja, kantor, pasar dan lain-lain 18 persen, dan 7 persen hasil screening warga dari luar kota," sambungnya.

Pemkot Bogor memutuskan untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) dan Komunitas selama dua pekan ke depan, terhitung mulai Sabtu (29/8/2020) hingga Jumat (11/9/2020).

Keputusan itu diambil setelah Kota Bogor ditetapkan sebagai zona merah atau risiko tinggi penyebaran virus SARS-Cov-2 atau virus corona tipe dua oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bogor Zona Merah, Bima Arya Imbau Lansia dan Anak-anak Tidak Keluar Rumah"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved