Breaking News
Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wapres AS: Joe Biden Bahayakan Kaum Kiri

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence memberikan peringatkan tentang calon presiden.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
AFP
Capres AS dari Partai Demokrat Joe Biden bersama istri Jill Biden di Wilmington, AS pada 21 Agustus 2020. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON DC – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence memberikan peringatkan tentang calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden yang disebutnya sebagai kuda pengintai bagi kaum kiri radikal.

Masih Ingat Presenter SCTV Jeremi Teti, Usia 52 Tahun Masih Sendiri, Berjanji Bahagiakan Orangtua

Melansir Reuters pada Rabu (26/8/2020), kemudian Pence mengatakan, majunya kembali Donald Trump sebagai bakal presiden 2020 adalah hal penting untuk menjaga hukum dan ketertiban serta kelangsungan ekonomi.

Pence dan anggota Partai Republik lainnya pada konvensi nasional mereka menggambarkan pemilihan presiden AS antara Trump dan Biden, sebagai pemilihan antara hukum dan ketertiban dengan pelanggaran hukum. Di tengah meluasnya protes atas polisi yang menembak Jacob Blake, seorang pria kulit hitam, di Wisconsin.

“Kenyataan yang sulit adalah Anda tidak akan aman di bawah kepemimpinan Joe Biden,” kata Pence dalam pidatonya yang menutup malam ketiga konvensi.

Jika Terjadi Kecelakaan di Jalan Tol, Ini yang Harus Diperhatikan dan Dilakukan Pengemudi

Polisi di Kenosha, Wisconsin, menembak Blake (29 tahun), 7 kali di punggungnya dari jarak dekat pada Minggu (23/8/2020), yang memantik kembali protes besar-besaran terhadap rasisme dan kebrutalan polisi di seluruh AS, pada awal tahun.

Pada malam ketiga aksi protes berujung kerusuhan pada Selasa (25/8/2020), 3 orang tertembak, 2 lainnya fatal. Seorang remaja ditangkap atas tuduhan pembunuhan. Pihak berwenang mengatakan dia adalah seorang vigilante.

“Biar saya perjelas, kekerasan harus dihentikan, baik di Minneapolis, Portland, atau Kenosha," kata Pence. Ia kemudian berkata, "Terlalu banyak pahlawan yang mati karena mempertahankan kebebasan, sayang jika hanya untuk melihat orang Amerika saling menjatuhkan."

AS dikatakannya akan memiliki hukum dan ketertiban di jalan-jalan untuk setiap orang Amerika dari setiap ras , kepercayaan, dan warna kulit. Biden sebelumnya mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan keluarga Blake seperti keluarga sendiri, menyerukan untuk segera diakhirinya kekerasan.

Tapi, tidak seperti Trump yang belum secara terbuka mengomentari aksi penembakan oleh polisi kepada Blake, Biden terlebih dahulu menyerukan keadilan dan membela hak kulit hitam untuk memprotes.

Dikira Boneka Buat Menakut-nakuti, Ternyata Pemulung Ini Temukan Mayat di Rumah Kosong

“Memprotes kebrutalan adalah hak dan mutlak diperlukan, tetapi menghancurkan komunitas tertentu bukanlah protes. Itu kekerasan yang tidak perlu," kata Biden dalam video yang diposting dalam kampanyenya. (kps)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved