Sulut

Gerakan Pemuda Marhaenis Prihatin Harga Cengkih di Sulut Anjlok, Gelar Diskusi Lahirkan Gagasan

Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Minahasa gelar diskusi terbuka, Rabu (26/8/2020).

Editor:
Ventrico Nonutu/Tribun Manado
Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Minahasa gelar diskusi terbuka 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Minahasa gelar diskusi terbuka, Rabu (26/8/2020).

Diskusi dengan tema "Membongkar Apa dan Siapa Penyebab Anjloknya Harga Cengkeh" dilaksanakan di Sekretariat GPM Kabupaten Minahasa.

Menjadi pemantik diskusi yaitu Edwin Wantah (Pengamat Ekonomi dari UNIMA), Richard Pangkey (Pengamat Pertanian/Dosen UNIMA), Donny Rumagit (Pelaku Usaha/Petani dari Langowan).

Peserta datang dari berbagai kalangan, mulai dari petani dari wilayah Langowan, Sonder, Tondano Pante dan aktivis-aktivis mahasiswa Unima.

Diskusi berlangsung hangat dan terbuka.

Diskusi GPM Minahasa bahas anjloknya harga cengki
Diskusi GPM Minahasa bahas anjloknya harga cengki (Ventrico Nonutu/Tribun Manado)

Peserta silih berganti memberikan tanggapan setelah mendengar pengantar dari ketiga pemantik diskusi.

Diketahui, harga cengkeh saat ini sedang anjlok di angka Rp 51 ribu per kilogram.

Pengamat Ekonomi Sulut, Edwin Wantah mengatakan, dari segi komoditas, mekanisme pasar cengkih tidak tergantung dari over stok.

"Kuota impor cengkih saat ini tidak dibatasi oleh peraturan pemerintah, sehingga pabrikan leluasa untuk memainkan harga cengkih," kata Wantah yang juga dosen di Fakultas Ekonomi UNIMA ini.

Menurut Richard Pangkey, pengamat pertanian Sulut, pemerintah sebaiknya mengeluarkan kebijakan untuk mengintervensi pemasaran cengkih.
"Fluktuasi harga cengkih harus ditangani oleh pemerintah," kata Pangkey yang juga dosen di FIP UNIMA ini.

Sementara itu, petani asal Langowan, Donny Rumagit mengatakan bahwa petani saat ini prihatin dengan harga cengkih yang terus anjlok.
"Jangan-jangan ada 'perselingkuhan' antara pengambil kebijakan dan pemilik modal dalam penentuan harga cengkih," katanya.

Rumagit juga menambahkan petani harus memiliki kesadaran moral untuk saling mendukung.
"Petani harus bisa menumbuhkan semangat perlawanan sehingga bisa turut berperan menentukan harga cengkih," kata dia.

Ketua GPM Kabupaten Minahasa, Amelius Kemur mengatakan diskusi ini dilaksanakan karena GPM Minahasa prihatin dengan anjloknya harga cengkih.
"Kami tergerak dan ikut merasakan apa yang petani rasakan," katanya.

Dengan adanya diskusi ini Kemur mengharapkan bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan para petani cengkih.

"Diskusi kali ini telah menelurkan ide-ide, gagasan, serta poin-poin penting dan nantinya akan ada agenda lanjutan untuk menindaklanjuti hasil diskusi," ujar dia.(vnt)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved